BUNDA DAN MUHARRAM
Bunda...
Saat Muharram adalah moment yang sangat berharga bagi kita berdua...
Di hari dan bulan itu bunda...
ketika peedaran matahari dan bulan berada di titik yang sama
pertamakalinya kita bertemu..
Setelah Bunda berjuang sekuat tenaga mempertaruhkan jiwa
memilih untuk menempuh resiko yang amat besar..
untuk menghadirkanku..
Bukan perkara yang mudah
bagi bunda untuk menjagaku selama 9 bulan
penuh dengan kesakitan dan airmata demi memperjuangkan
buah cinta dan jiwamu..
Bunda..aku bukanlah anak yang mudah ya bunda...
bahkan ketika masih dalam buaian cintamu..
aku selalu menarik semua energimu
dengan perkembangan yang tidak wajar dan tahapan yang tidak biasa..
Bunda..
Tapi kesabaran dan cintamu..akhirnya membawaku bersua denganmu
Akh..bunda aku selalu menjadi anak yg tidak biasa dalam setiap
tahap perkembangan...
tidak jarang Bunda hanya bisa mengurut dada
atau mungkin meneteskan airmata di setiap sujudmu
Bunda tersayang
begitu banyak argument dan kesalahpahaman
ketika kita tidak sejalan..
Ketika mauku terlalu banyak
ketika keinginantahuku terhadap dunia yang meluap
Ketika jalan yang bunda persiapkan berbeda arah
begitu banyak ketika bunda...
Bunda tercinta...
dibanyak waktu dan kesempatan
seringkali banyak yang tidak kupahami pada awalnya
pelajaran yang bunda berikan sesungguhnya adalah pelajaran hidup
yang akan membuatku bertahan dan tegar..
Sering kutak mengerti akan tekad dan keharusan yang banyak
serta tuntutan untuk selalu berjuang tanpa menyerah
dan tanpa airmata...
Bunda terkasih...
airmata..adalah moment yang selalu bunda dan aku pertengkarkan..
Bunda...menurutmu tangis adalah kelemahan
tapi buatku tangis adalah obat untuk kesedihan..
seringkali kutak berani menangis dipelukmu..
hanya karena takutku..bunda menganggapku lemah..
Di moment menuju dewasaku..
ada jarak yang membeku..yg kadang sulit kucairkan
karena ku tak memahami ketegaran, kekuatan dan kegigihan bunda pada dunia...
Belakangan ku tahu sesungguhnya bunda lebih banyak menangis kala itu..yang bunda lakukan di sujudmu...memohan pada Sang Pencipta untuk melindungiku dan menyayangi serta menghangatkan hatiku...
dan mmengembalikan uluran tanganku untuk selalu mencarimu...
Tapi saat itu..bunda,
aku sdh bertekad mengepakkan sayap
ingin membuktikan pada bunda..
aku bisa terbang sejauh dan setinggi yang aku bisa..tanpa takut
Akh..andai ku ulang lagi.. masa itu sesungguhnya banyak moment
ingin kubelari ke pelukkmu hanya ingin mengatakan
"aku cinta padamu bunda, peluk dan genggamlah tanganku" ..
Bunda..
Mungkin yang paling membuat sesak dadamu..
ketika aku tidak menapaki jalan yang telah disipkan dengan penuh cinta dan usaha...hanya demi aku..
Saat itu aku memilih jalan yang menurutku disanalah hidupku..
semua potensi dan kewajibanku bisa berkembang...
Tapi,,,
Bunda...tetap melepasku dengan cinta, beribu restu dan asa ..sesungguhnya saat itu aku tak berani menatap mata indahmu..
khawatir kutemukan airmata dan kekecewaan disana..aku hanya bisa berani menunduk dan berkata lirih "relakan aku bunda dan terimakasih untuk restumu"
Bunda..aku menemukan duniaku
Dunia yang kadang berganti dengan cepat dalam sekejap..
menuntutku untuk selau berubah dan berkembang
Perjalanku seperti Roller Coaster yg naik dan turun dalam sekejap
menuntutku untuk bertahan dan berganti posisi demi tetap berdiri
Baru disana kumerasakan sesungguhnya inilah yang telah bunda persiapkan untukku sejak menarik nafas pertamaku dan menangis menyapamu..
Bunda..beribu terima kasih, berulang sujud, cinta dan kasihku
Tak akan bisa menandingimu..menyamai cinta dan kasihmu..
Semoga Allah SWT menjaga dan menyayangimu...seperti
Bunda menjaga dan mencintaiku...
Bunda..Aku mencintaimu..selalu membutuhkanmu
Semoga doa kita bersama... bisa kembali bersua di kehidupan selanjutnya dalam suasana cinta di amienkan..
Semoga doa kita bersama bisa berkumpul dalam Ridho-Nya dikabulkan.
Bunda..hanya bunda yang selau dan akan mencintaiku tanpa syarat.
Semoga Allah SWT memberiku banyak waktu dan kesempatan menjagamu..
mencintaimu dan mempersembahkan budi baktiku...
Bunda adalah hatiku,,jiwaku,,nafasku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar