Minggu, 26 Oktober 2014

Kecanduan Internet dan Penanggulangannya



KECANDUAN INTERNET DAN PENANGGULANGANNYA






www. aelovebel.com

Sebelum tahun 1990, Internet seluruhnya adalah teks, tidak ada grafik, gambar atau warna. Munculnya World Wide Web pada tahun 1989 dan browser pada tahun 1993 mengubah Internet secara total. World Wide Web diakui sebagai sebuah jalan untuk membuat pengguna Internet menjadi lebih mudah dan memungkinkan pemakai untuk mendengarkan suara, melihat warna, representasi, video dan garafik dari informasi. Terlebih lagi World Wide Web menyediakan link (hubungan) ke informasi dengan menggunakan teks dan grafik yang ditempelkan pada dokumen untuk menuju ke web site lain.

Orang menggunakan internet tanpa harus mengetahui perintah komputer rahasia, tidak ada pesan di bawah layar yang berisi baris perintah, ditambah lagi, kemampuan multimedia berupa suara, gambar hidup dan grafik menciptakan sebuah media hiburan dan iklan. Kemudahan dan kemampuan Internet tersebut membuat penggunaanya  dalam kehidupan manusia di 10 tahun terakhir meningkat tajam. 

Pengguna Internet di Indonesia



www.iptek.info

Data yang disampaikan oleh International Telecommunication Union (ITU) dalam laporan terbarunya, hingga akhir tahun 2014 nanti, jumlah pengguna internet di seluruh dunia diprediksi akan mencapai 3 miliar. Dua pertiganya berasal dari penduduk di negara-negara berkembang. 

Sebagai perbandingan, hingga akhir 2014 nanti, tiga dari empat penduduk Eropa akan menggunakan internet, sementara di Amerika perbandingannya menjadi dua berbanding tiga, di Asia adalah satu berbanding tiga. Sementara di Afrika, perbandingannya baru 1 berbanding lima
.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan, pengguna internet di Indonesia hingga saat ini telah mencapai 82 juta orang. Dengan capaian tersebut, Indonesia berada pada peringkat ke-8 di dunia. Dari jumlah pengguna internet tersebut, 80 persen di antaranya adalah remaja berusia 15-19 tahun. Untuk pengguna facebook, Indonesia di peringkat ke-4 besar dunia.

Perusahaan riset pemasaran bernama Markplus Insight dan majalah online Marketeers memperlihatkan hasil survey terbaru mereka mengenai tingkah laku pengguna Internet di Indonesia.

Survey ini mengungkap bahwa tahun ini terdapat 74,6 pengguna internet di Indonesia, naik 22 persen dari tahun lalu yang jumlahnya 61,1 juta. Angka ini akan melampaui 100 juta di tahun 2015.

Studi ini juga menghitung penetrasi “masyarakat internet”, di mana masyarakat internet di sini diartikan sebagai seseorang yang menghabiskan waktu paling tidak tiga jam untuk online tiap harinya. Indonesia sekarang punya 31,7 orang masyarakat internet, naik dari 24,2 juta tahun lalu, dan berarti penetrasinya juga naik sebesar tiga persen.

Hampir separuh masyarakat internet di Indonesia berusia di bawah 30 tahun, sementara 16,7 persennya berusia di atas 45 tahun. Kebanyakan masyarakat internet mengakses dunia online melalui smartphone (86 persen) dan menghabiskan Rp 50.000 dan Rp 100.000 tiap bulannya untuk mengakses internet.

Survey ini mengungkap perpindahan yang signifikan dari media tradisional ke dunia maya. Hanya 55,3 persen dari masyarakat internet yang pernah membaca koran cetak enam bulan terakhir ini. 98 persen responden pernah mengakses TV dan internet dalam enam bulan terakhir, tapi untuk sumber informasi utama, internet lebih unggul.

Untuk informasi yang paling sering dicari di internet, masyarakat internet Indonesia kebanyakan mencari berita (54,2 persen), hiburan (16,3 persen), film (10,2 persen), olahraga (8,7 persen), dan musik (8,5 persen). Sisanya antara lain berita politik (7,4 persen), sinetron (6 persen), berita seleb (5,5 persen), gosip (5,2 persen), dan konten pendidikan (5 persen).

Mayoritas Pengguna Internet di Indonesia Mengalami Kecanduan Internet

Penelitian yang diadakan oleh Kementerian Informasi dan Informatika (Kominfo), UNICEF dan Harvard University ini mengambil sampel 400 remaja berumur 10-19 tahun yang tersebar di 11 provinsi Indonesia. Hasilnya ternyata sungguh mengejutkan, hampir 80 % remaja Indonesia kecanduan internet

Hal ini terlihat cukup mengkhawatirkan mengingat sebagian besar anak muda menggunakan internet untuk hal-hal yang tidak semestinya. Tercatat 24 persen mengaku untuk berhubungan dengan orang yang tidak dikenal, 13 persen korban cyberbullying dan 14 persen mengakses konten pornografi.

Dr Michael Davie merupakan Direktur Klinis pada Asosiasi Klinik Hobart, ia mengatakan kecanduan internet tidak berbeda dengan masalah ketergantungan, kecanduan internet bisa memicu maslah kesehatan mendasar lainnya. "Kuncinya adalah ketika kebiasaan itu mulai mempengaruhi hubungan personal dan juga pekerjaan maka Anda akan mulai kehilangan kesempatan lain.”

Menurut Dr Davie permainan game online lebih memicu ketergantungan dibandingkan dengan media sosial. Permainan online itu pada awalnya gratis tetapi kemudian menjadi berbayar ketika kita ingin melanjutkan pada tingkat premium mereka, daya tarik yang lain adalah permainannya sederhana tetapi warna-warnanya mencolok dan dituntut untuk dimainkan secara berkelompok sehingga orang susah untuk berhenti dari permainan tersebut.

Pengertian Istilah Kecanduan Internet ( Internet Addiction )

Istilah kecanduan internet atau internet addiction memperoleh tanggapan yang serius setelah pada tahun 1996 istilah tersebut dimunculkan oleh Kimberly Young (Young 1999). Istilah addiction diterjemahkan dengan kecanduan, menunjukkan suatu keadaan dimana seseorang mengalami ketergantungan pada candu. Penggunaan istilah kecanduan dalam bahasa Indonesia memiliki kesamaan dengan konsep addiction yang digunakan dalam bidang psikiatri yang lebih dikenal dengan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder atau DSM-IV (American Psychiatric Association 1995). Addiction berkaitan dengan ketergantungan seseorang terhadap zat yang merugikan tubuh.

Davis (2001) memaknai kecanduan (addiction) sebagai bentuk ketergantungan secara psikologis antara seseorang dengan suatu stimulus, yang biasanya tidak selalu berupa suatu benda atau zat.

Para ahli psikologi menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk menyebut fenomena ini . Young (1999) menyebutnya internet addiction,Grohol (1999) menyebutnya internet addiction disorder, Suller (1996) menyebutnya Cyberspace Addiction. Walaupun istilah yang dipakai berbeda tetapi mereka memakai acuan yang sama , mereka bersandar pada definisi “behavioral addiction” . Adanya hubungan paralel antara kecanduan internet dengan kecanduan-kecanduan lain yang tidak mengikutsertakan masuknya suatu zat-zat kedalanm tubuh seperti workaholic dan berjudi.
Kecanduan internet disimpulkan sebagai psychological disorder yang relative baru, dapat disim[ulkan sebai keinginan kuat atau ketrgantungan secara psikologis terhadap internet.


Kategori Kecanduan Internet (Internet Addiction) Menurut Para Ahli

Mengenali gejala kecanduan internet memang terkadang sulit dilakukan, terutama dalam kasus kecanduan pornografi online dan judi di internet yang cenderung dilakukan di ruang pribadi.

Babington dkk (2002) mengkategorikan kecanduan (addiction) dalam 3 kategori yaitu:
1.    Sehat, keasyikan dengan hobi serta keinginan untuk menghabiskan banyak waktu untuk beraktivitas dalam rangka belajar, berkreativitas, dan mengekspresikan diri.
2.    Kecanduan tidak sehat (unhealthy)
3.    Kecanduan yang merupakan kombinasi keduanya

Pratarelli dkk(1999) membagi penggunaan internet kedalam 4 model:
·   Model pertama, gangguan perilaku berupa penggunaan internet secara berlebihan,   model pertama ini biasa disebut pencandu internet
·       Model kedua, penggunaan internet secara fungsional, produktif dan bermakna.
· Model ketiga, penggunaan internet untuk kepuasan seksual atau mendapatkankeuntungan, pada model ketiga ini biasanya orang yang pemalu atau introvert menggunakan internet untuk bersosialisasi atau mengekspresikan fantasinya.
·         Model keempat adalah individu yang tidak atau hanya sedikit tertarik pada internet

Young(1996) membagi kecanduan internet kedalam loma kategori Yaitu:
1.   Cybersexual Addiction, yaitu seseorang yang melakukan penelusuran dalam situs-situs porno atau cybersex secara kompulsif
2.   Cyber-relationship addiction, yaitu seseorang yang hanyut dalam pertemanan melalui dunia cyber.
3.   Net compulsion, yaitu seseorang yang terobsesi pada situs-situs perdagangan (cyber shopping atau day trading) atau perjudian (cyber casino).
4.  Information overload, yaitu seseorang yang menelusuri situs-situs informasi secara kompulsif.
5.    Computer Addiction, yaitu seseorang yang terobsesi pada permainan-permainan online

Davis (2001) menyebutkan beberapa fasilitas internet yang dapat memicu terjadinya kecanduan. Fasilitas tersebut adalah: online sex, online casino(perjudian) , online stock trading(bursa efek), dan online auctions(lelang).
Davis (2001) menyebutkan dua jenis kecanduan internet yaitu:
·      Kecanduan internet spesifik, untuk menggambarkan seseorang yang kecanduan hanya pada satu fasilitas yang ditawarkan oleh internet
·     Kecanduan internet umum, untuk menggambarkan seseorang yang kecanduan semua fasilitas yang ditawarkan oleh internet.

Kriteria Menurut Para Ahli untuk Mendeteksi Kecanduan Internet

Young (1996 dan 1999) menyebutkan beberapa kriterium berdasar pada kriteriumkriterium kecanduan berjudi (pathological gambling),yang digunakan untuk membedakan antara orang yang kecanduan padainternet dan yang tidak sampaikecanduan. Kriteria tersebut adalah :

  • Merasa keasyikan dengan internet.
  • Perlu tambahan waktu dalam mencapai kepuasan sewaktu mengunakan internet
  • Tidak mampu mengintrol, mengurangi, atau menghentikan penggunaan internet.
  • Merasa gelisah, murung, depresi, atau lekas marah ketika berusaha mengurangi atau menghentikan penggunaan internet.
  • Mengakses internet lebih lama dari yang diharapkan.
  • Kehilangan orang-orang terdekat, pekerjaan, kesempatan pendidikan atau karier gara-gara penggunaan internet.
  • Membohongi keluarga, terapis, atau orang-orang terdekat, untuk menyembunyikan keterlibatan lebih lanjut dengan internet.
  • Menggunakan internet sebagai jalan keluar masalah atau menghilangkan perasaan seperti keadaan tidak berdaya, rasa bersalah, kegelisahan atau depresi.


Babington dkk(2002) menggolongkan gejala-gejala pada orang kecanduan internet menjadi dua golongan:

·     Gejala Fisik, berkurangnya perhatian pada kebutuhan-kebutuhan pribadi dan kesehatan, masalah neuromuscular, akibat penggunaan komputer yang berlebihan, berkurangnya waktu tidur, berubahnya pola makan, sulit berkonsentrasi, gangguan pada mata dan tulang belakang dan agitasi psikometrik.
·  Gejala Psikologis dan sosial termasuk didalamnya penggunaan komputer secara kompulsif dalam waktu penggunaanya, mengalami eurofia saat sedang online, ketidakmampuan untuk mengontrol perilaku seperti tidak dapat berhenti atau mematikan komputer bila sudah online, walaupun mencoba untuk menghentikannya, menyangkal bial dirinya kecanduan walaupun gejalanya sudah jelas, menerik diri dari pergaulan, merasa cemas dan depresi bila jauh dari komputer dalam jangka waktu tertentu, mendapat masalah dengan keluarga , pekerjaan dan teman-teman.


CARA MENGATASI KECANDUAN INTERNET (INTERNET ADDICTION)

Menurut Dr Davie, sampai umur 25 tahun  jaringan di otak manusia belum sepenuhnya tersambung sehingga tidak mampu membuat penilai yang lebih tinggi sampai pada usia tersebut, adapun bila kecanduan internet terjadi pada orang yang masih muda maka kewajiban orangtua lah untuk membatasi penggunaan internet dan permainan game online, namun masalahnya pada saat sekarang banyak orangtua yang tidak mempunyai cukup waktu untuk mengontrol kegiatan anaknya dan pengetahuan serta keterampilan mereka dalam menggunakan internet jauh ketinggalan dibandingkan anak-anak mereka. Meski sudah dilakukan pembatasan tetapi anak-anak masih bisa mendapatkan akses internet.

Ketergantungan Internet juga dapat mengubah otak manusia sama seperti kasus ketergantungan yang lain. Oleh karena itu menurut Dr Davie penangannya bisa jadi juga serupa pendekatannya dengan pengobatan kasus ketergantungan yang lain. Cara utama membantu orang  mengatasi ketergantungan internet biasanya dengan membawanya ke rumah sakit menyerahkan laptop dan ponselnya dan melakukan detoksifikasi, dan bisa membuat mereka sangat resah.

Pemerintah Indonesia berusaha mengatasi kecanduan internet ini dengan memperkenalkan program Membangun Budaya Internet Sehat dan Aman (INSAN)

Cara lain untuk mengatasi masalah kecanduan internet (dikutip dari LA Times)

Cari tahu masalahnya.
Jika internet sebagai pelarian dari masalah depresi, gelisah atau maslah dalam hubungan , bukan internet pelariannya. Memanfaatkan internet sebagai tempat pelarian hanya akan membuat semakin kecanduan internet. Psikoterapi menjadi alternative solusinya belajar keahlian bagaimana memanajemen sters dengan baik.

Kenali Pemicunya
Cari tahu pemicunya apakah bosan, stress atau kesepian, bila itu menjadi penyebabnya maka cari alternative cara untuk mengatasi perasaan tersebut misalnya dengan berjalan-jalan bersama teman.

Kurangi sedikit demi sedikit kebiasaan berlama-lama di internet
Mengurangi durasi waktu penggunaan internet, yang biasanya 10 jam sehari coba dikurangi menjadi 5 jam, kemudin 2 jam, sisanya untuk melakukan kegiatan lain seperti berolahraga, rekreasi, berkumpul bersama keluarga dan kegiatan sosial.

Buatlah jadwal
Cobalah buat jadwal kapan boleh menghabiskan waktu untuk menggunakan internet dan kapan tidak boleh diganggu gugat dan cobalah unuk dipatuhi.

Ubahlah pola kebiasaan online
Salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan internet adalah dengan mengubah pola kebiasaan internet. Mengurangi menonton film online, menelpon langsung, berbelanja langsung ke took-toko nyata

Atur ulang jadwal rutinitas
Jika biasa  memeriksa e-mail pada pagi hari setelah bangun tidur cobalah diperiksa setelah sarapan , tidak ada salahnya meluangkan waktu lebih banyak dengan keluarga dan sahabat untuk mempererat hubungan.

Internet menjadi dua mata pisau bagi kehidupan kita tergantung kontrol diri dari masing-masing individu, bagaimana kita menggunakannya dengan bijak dan tepat.




Sumber :

  1. www.kominfo.go.id. Pengguna Internet Indonesia, diiakses 25 Oktober 2014 jam 19.20 WIB.
  2. Anonim (19 Feb 2014) www.wowkeren.kom/80% Remaja Indonesia Kecanduan Internet, diiakses 25 Oktober 2014 jam 20.00 WIB.
  3. Trisno Heriyanto (30 Mei 2014). www.detiknet.com / Soal Kecanduan Internet Indonesia Juara, diiakses 25 Oktober 2014 jam 19.00 WIB.
  4. Anonim (23 Oktober 2014) www. republika.co.id / Kecanduan Internet dapat Memicu Gangguan Kesehatan, diakses 25 Oktober 2014 jam 19.15 WIB.
  5. Reska K Nistanto (8 Mei 2014) www. kompas.com / Tahun ini Pengguna Internet mencapai 3 Milyar Orang, diiakses 25 Oktober 2014 jam 19.30 WIB.
  6. Enricko Lukman (31 Oktober 2013). www../id.techinasia.com / Laporan inilah yang dilakukan 74,6 juta Pengguna Internet di Indonesia ketika Online, diiakses 25 Oktober 2014 jam 19.45 WIB.
  7. Yasser Paragian (12 Desember 2013). www./id.techinasia.com / Mayoritas Masyarakat Indonesia Akses Internet Lewat Perangkat Mobile, diakses 25 Oktober 2014 jam 19.50.WIB.
  8. Helly P.Soetjipto (2005). Pengujian Validitas Konstruk Kriteria Kecanduan Internet. http. jurnal.psikologi.ugm.ac.id, diakses 25 Oktober 2014 jam 16.00 WIB.





Minggu, 12 Oktober 2014

Internet dan Psikologi

INTERNET DAN PSIKOLOGI


Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, baik yang kelihatan maupun tidak. Internet adalah sebuah media komunikasi yang mengubah dasar komunikasi, hiburan, perdagangan dan gaya hidup. Internet pada saat sekarang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern. Karena sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia maka hal ini akan berpengaruh kepada tingkah laku manusia sebagai penggunanya.
Bagaimana kita akan melihat dan menganalisa hubungan diantara keduanya?

Internet dan Psikologi Sosial.

Menurut Abraham Maslow ada 5 jenis kebutuhan manusia yang tersusun secara bertingkat sesuai kebutuhan hirarki yaitu:
  1. Tingkat 1, kebutuhan fisik: makan, minum, tidur, seks 
  2. Tingkat 2, kebutuhan akan keamanan.
  3. Tingkat 3, kebutuhan akan rasa cinta dan diterima. (sosilisasi)
  4. Tingkat 4, kebutuhan akan penghargaan dan memperoleh pengakuan.
  5. Tingkat 5, aktualisasi diri
Manusia adalah makhluk sosial, berkomunikasi dan bersosialisasi adalah salah satu kebutuhan primer selain kebutuhan fisik dan keamanan. 

Internet adalah media komunikasi yang mengubah cara manusia berkomunikasi dan bersosialisasi. Proses sosialisasi yang dilakukan oleh manusia tidak hanya lewat kontak langsung tetapi dilakukan dengan media perantara. Internet bisa kategorikan sebagai media elektronik dan virtual dimana manusia bisa melalukan proses sosial, komunikasi dan kerjasama.

Berkembangnya media sosial dan chat group memungkinkan orang dengan minat yang sama, latar belakang yang berbeda menjalin komunikasi. Setiap orang bisa menyatakan pendapatnya dengan bebas dan terbuka. Komunikasi diwakili oleh tulisan, suara, gambar tanpa harus bertemu secara langsung "face to face" jarak dan tempat sudah tidak menjadi halangan. Disatu sisi hal ini menguntungkan karena komunikasi bisa dilakukan dengan mudah , tapi tidak jarang hal ini menimbulkan kesalah pahaman dan ketidaknyamana.
Tidak jarang orang lebih memilih untuk berkomunikasi dan bersosialisasi melalui media sosial internet dan menjadi apatis dengan lingkungan sekitar. Komunikasi verbal dan langsung menjadi sesuatu yang langka. Hingga ada istilah "menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh". Kita menjadi sibuk dengan teman di sosial media dan kurang peduli dengan orang- orang yang dekat dengan kita, komunikasi dengan keluarga kadang terganggu karena terlalu sibuk dengan chat disosial media, sudah bukan pemandangan yang aneh ketika anggota keluarga atau teman berkumpul bersama tetapi mereka sibuk dengan sosialmedianya masing-masing daripada berkomunikasi verbal. 

Kehadiran media sosial contohnya pada saat booming face book seolah menjawab akan kebutuhan manusia untuk berbagi dan kebutuhan akan pengakuan akan dirinya. Tidak sedikit orang yang membagi momen-momen yang menjadi titik keberhasilan dalam hidupnya, lewat postingan  gambar atau video, untuk menunjukkan keberhasilan yang telah dicapai dalam hidupnya. 

Bahkan sosialmedia dipergunakan untuk mengubah cara pandang orang dan menghimpun kekuatan, salah satunya dibuktikan dengan keberhasilan kampanye Presiden Amerika Barrack Obama, dan kemudian trend ini diikuti oleh yang lainnya. Orang s tidak harus berkampanye langsung, sosial media menjadi alat yang ampuh untuk menghimpun massa. Sebuah pemikiran dan ide bisa disebarkan dengan cepat

Internetpun mengubah orang dalam menyalurkan semua perasaannya, baik kegembiraan, kesedihan ataupun kekecewaan. Tetapi hal ini kadang melupakan kontrol diri dan menimbulkan efek psikologis yang besar. Salah satunya kasus Florence ttg kota Yogyakarta. Ketika dia menuliskan hal yang membuat dia kecewa di sosial media tanpa konrol diri, hal ini menimbulkan keresahan di masyarakat Yogyakarta dan secara langsung terjadi efek domino sosial lainnnya, baik bagi Florence yang mendapat hujatan dan sangsi sosial dari masyarakat Yogya, maupun bagi aparat yang kesulitan untuk melihat kasus ini dengan cara yang "adil".

Ada begitu banyak contoh ketika sosial media berhasil menghimpun kekuatan, simpati dan empati, mulai dari coin untuk prita, sumbangan untuk gempa, penolakan akan undang-undang yang merugikan rakyat dan sebagainya. 

Dari kejadian diatas bisa kita lihat bagaimana keberadaan dan pengembangan internet mengubah orang bersosialisasi.


Internet dan  Psikologi Abnormal

Seringkah kita mendengar Internet Addiction Disorder (IAD)?, dimana seseorang menggunakan internet secara berlebihan di luar keperluan pendidikan dan pekerjaan hingga mengganggu aktivitas kehidupannya sehari-hari. Gangguan ini merusak prestasi mereka di sekolah, pekerjaan, hubungan sosial dengan orang-orang sekitarnya. 

IAD semakin banyak menjangkiti anak muda dan usia produktif. Semakin meresahkan ketika dari jumlahnya semakin bertambah. Banyak orang tua yang resah dan bahkan terlambat mengetahui ketika anak-anaknya menderita IAD. Anak-anak yang ketagihan permainan game on line mereka kesulitan untuk bersosialisasi dengan lingkungannya, tingkat keagresifan yang tinggi, dan terganggunya perkembangan kognitif.

Situs-situs yang membahas tentang seks bisa diakses dengan mudah  oleh siapa saja, hingga informasi itu menjadi terbuka, dengan tidak adanya aturan dan regulasi yang tepat maka hal ini akan menjadi sesuatu hal yang merugikan. Apalagi ketika situs ini diakses oleh anak-anak dan remaja yang tidak mendapat pendidikan seks dari orang tuanya. Mereka akan mudah belajar tanpa disertai bekal moral dan kontrol diri yang akan berefek secara psikologis pada perkembangan  emosi, kognitif dan sosialnya.


Internet dan Ruang Konsultasi Psikologi.

Kehidupan manusia selalu diberubah, susah dan senang, sedih dan gembira. Tidak jarang ketika mengalami kesulitan dalam hidup  membuat kondisi fisik dan psikis kita terganggu. Bila kita sakit secara fisik dapat dengan mudah datang ke dokter, tetapi ketika psikis yang terganggu, sering kita merasa frustasi bahkan depresi dan kesulitan untuk menyembuhkannya. Jarang orang mengakui secara langsung ketika dia mengalami frustasi dan depresi.

Di Indonesia datang  dan berkonsultasi ke seorang psikolog atau psikiatri masih menjadi hal yang jarang. Kehadiran biro konsultasi yang tersedia di situs-situs internet dan tulisan - tulisan membahas kejiwaan, relationship, motivasi  menjadi salah satu solusi. Sering kita menganalisa diri sendiri dan mencoba menghubungkannya dengan teori-teori dan masalah yang dibahas. Konsultasi secara online kadang dilakukan tanpa kita menyelidiki latar belakang konsultan"jiwa".


Internet memberikan berbagai kemudahan dalam mengakses semua informasi, perlu kebijakan dan kontrol diri bagi setiap pemakainya hingga efek yang ditimbulkan bukanlah hal yang dapat merusak jiwa tetapi justru membuat jiwa kita berkembang dengan baik hingga mengasah intelektual dan menghangatkan komunikasi dan sosialisasi.















   







Internet

I  N T E R N E T


A.  Pengertian Internet

Pengertian Internet menurut Annabel Z Dodd dalam bukunya " The Essential Guide To Telecommunicatiaons" (2000: 285-286).
Internet adalah gabungan dari banyak jaringan . Jaringan tersebut berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan protokol standar, TCP/IP, yang mengirimkan data melalui internet dengan memecah- mecah data menjadi "amplop-amplop" data yang dinamakan paket. Lalu lintas di Internet berjalan dengan kecepatan GigaBit melalui jalur yang dihubungkan dengan router dan switch. Jalur berkecepatan tinggi adalah tulang punggung Internet yang mengirimkan permintaan informasi, hiburan, broadcast audio dan video, e-mail dan teransaksi bisnis ke bisnis. 
World Wide Web adalah sebuah cara untuk menghubungkan dokumen, seperti home page pada komputer jarak jauh menjadi satu. Dengan komputer apapun, orang dengan browser dapat terhubung melalui Web. Pemakai menunjuk dan melakukan klik untuk berjalan dari satu komputer ke komputer lain di dalam Internet.
Sebelum World Wide Web diciptakan, dokumen dan internet hanya tersedia dalam bentuk teks. Tidak ada gambar, tidak ada " tombol" yang dapat di klik untuk menjalankan suatu perintah dan tidak ada banner-banner iklan. Juga tidak ada warna, semua hanya hitam dan putih. World Wide Web tidak dapat dipisahkan dari internet. Ini adalah sebuah cara untuk berjalan dari suatu resources ke resources yang lain di Internet dengan melakukan klik pada teks atau gambar yang disorot dari dalam browser. WWW cara multi media untuk melihat informasi dalam bentuk gambar, suara, teks dan video di internet

B.  Sejarah Internet 

Internet mulai dibangun pada tahun 1969 oleh Departement of Defense's Advanced Research Project Agency. Tujuan utama internet adalah supaya para ahli di universitas-universitas dapat berbagi informasi penelitian yang diciptakan di lokasi yang jauh. ARPANETdiciptakan 12 tahun setelah SPUTNIK, sewaktu perang dingin, tujuan mula-mula diciptakan ARPANET adalah untuk menciptakan jaringan yang dapat bertahan dari serangan nuklir.
Pada tahun 1984, seiring dengan semakin banyaknya situs yang terhubung ke ARPANET, istilah Internet mulai digunakan. ARPANET ditutup pada tahun 1984, tetapi Internet tetap berjalan. Pada tahun 1987 Internet dialihkan dari departemen pertahanan kepada Lembaga Ilmu Nasional. Dengan beragamnya kelompok pengguna internet maka tujuan Internet yang semula digunakan untuk pertahanan berubah menjadi beragam diantaranya untuk pencarian literatur, penelitian-penelitian, mengirim surat elektronik dan gaya hidup.
Sebelum tahun 1990, Internet seluruhnya adalah teks, tidak ada grafik, gambar atau warna. Untuk menggunakanya orang harus belajar, sebagai contoh perintah UNIX ( bahasa komputer yang diciptakan pada tahun1972 oleh Bells Labs). Contoh : m untuk mengambil e-mail, j untuk membuka pesan email, d untuk menghapus email dan u untuk mengembalikan e-mail yang sudah terhapus.   
Munculnya World Wide Web pada tahun 1989 dan browser pada tahun 1993 mengubah Internet secara total. WWW adalah kendaraan berbasis grafik untuk menghubungkan pemakai ke sumber informasi . WWW yang berbasis pada metode"klik" pada grafik dan teks untuk dipindahkan ke suatu tempat dimana informasi dapat diakses.
 Pada tahun 1993, diciptakan browsier Mosaic di University of Illinois sebagai cara "point dan click" untuk mengakses WWW, hal ini membuka jalan ke Internet untuk orang-orang yang tidak memiliki keahlian komputer, tidak perlu lagi mempelajari perintah-perintah rahasia untuk membuka e=mail, berjalan dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari penelitian atau untuk bergabung ke chat atau newsgroup.
Pada tahun 1995, National Science Foundation memindahkan manajemen Internet ke organisasi komersial. Jaringan komersial seperti MCI World Com, Sprint menguasai sebagian besar lalu lintas backbone internet.

 C. Internet Menurut Pendapat Gemi

Internet adalah sebuah penemuan di bidang komunikasi yang telah mengubah peradaban manusia dengan cepat. Penemuan internet bisa disejajarkan dengan penemuan Thomas Alva Edison tentang bola pijar dan penemuan mesin uap James Watt yang menyebabkan revolusi industri di dunia. Internet telah menyebabkan revolusi komunikasi yang mengubah perilaku dan gaya hidup orang.
Penemuan internet telah mengubah cara orang berkomunikasi, mencari informasi dan bersosialisasi. Sebelum Internet ditemukan dan dikembangkan komunikasi lebih banyak  face to face tanpa media perantara, surat menyurat dilakukan lewat kantor pos, pencarian informasi lebih banyak lewat media cetak, pengguna telepon  hanya dapat menerima suara dan teks. Ketika Internet dikembangkan dan dapat mengirimkan gambar dan video selain teks maka hal itu mengubah dasar-dasar komunikasi, hiburan dan perdagangan.
 Internet menjadi dunia tanpa batas, sebuah dunia yang paralel dan seri dengan dunia nyata. Internet menyediakan kemudahan berkomunikasi dan berbisnis melalui media elektronik dan virtual. Untuk berkomunikasi dengan teman, kerabat bahkan rekan bisnis jarak tidak lagi menjadi hambatan. Informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat, hanya mengetikkan sebuah kata di "search engine", maka informasi yang dibutuhakan tersaji dengan cepat. Beragam kemudahan didapatkan.
Perkembangan teknologi di bidang telekomunikasi semakin memperkokok kebutuhan  akan internet. Teknologi yang dipakai di smart phone yang membuat perangkat tersebut bisa mengirimkan teks, suara,gambar, video menjadikan internet sebagai bagian dari gaya hidup.
Kebutuhan manusia berkomunikasi, bersosialisasi dan diapresiasi bisa disalurkan melalui dunia tanpa batas. Internet membuat orang bisa menyalurkan kreativitas dan hobinya dengan membentuk komunitas-komunitas dan sosial media. Orang-orang bisa melakukan proses sosialisasi dan melakukan kerjasama tanpa kontak langsung. Tapi apakah hal ini sudah memuaskan? bisa iya bisa tidak..karena manusia adalah makhluk sosial dai tidak hanya membutuhkan teman virtual tetapi dia pun membutuhkan teman nyata.
Tidak sedikit orang menjadi anti sosial dengan lingkungan sekitar dan keluarganya dengan keberadan internet. Mereka lebih nyaman dan aman berkomunikasi, bersosialisasi dengan dunia virtual dibandingkan dengan dunia nyata. Perkembangan internet yang tidak dibarengi dengan dasar-dasar moral yang kuat bahkan merusak perkembangan emosi dan sosial, tidak jarang menimbulkan ketergantungan yang susah untuk disembuhkan.
Internet bisa menjadi teman dan musuh...tergantung bagaimana kita menggunakannya...

                                                            ******######*******

 Sumber:

  • Dodd, Annabel Z (2000) . The Essential Guide to Tellecomunication. 2nd
       Prentice Hall PTR: Prentice-Hall Inc .