Selasa, 29 November 2016

Sistem Informasi Psikologi / Terima Kasih Guru

 

Terima Kasih Guru...

 

Image result for gambar guru kartun

 

Terima kasih untuk semua guru kehidupan yang hadir menemani dan memberi cahaya di sepanjang perjalanan. Selamat Hari Guru...

25 November ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional. Mengingat hari itu ijinkan untuk mengucapkan terima kasih pada semua guru yang hadir dan menemani dan memberi cahaya di sepanjang perjalanan hidup.
 
Profesi guru bukan hal yang baru di keluarga, hampir 50 % kerabat dari pihak ayah atau ibu berprofesi sebagai guru. Hidup dilingkungan pendidik memang memberikan atmosfir yang berbeda. Apalagi dalam keluarga anak perempuan lebih baik mengambil peran menjadi seorang guru atau pegawai pemerintahan, dengan alasan wakyunya lebih fleksibel, bisa tetap berkarir tapi tidak pernah melalaikan kewajiban di keluarga.

Ditulisan ini, ijinkan saya untuk berbagi..kenapa kehadiran guru menjadi hal yang sangat penting membentuk saya yang sekarang

Sepanjang perjalanan, ada beberapa guru yang menorehkan jejak yang mendalam dan berkesan  Belaiau adalah Pak T dan  Pak S guru yang mendidik saya ketika masih  di sekolah dasar.

Pak S adalah guru dengan penampilan yang santai, penuh senyum dan bahkan beberapa murid dan orang tua mengatakan Beliau seakan guru yang acuh dan tidak mau bertanggung jawab pada tugasnya. Mungkin hal itu didasari dengan tidak ketatnya peraturan di kelas Beliau nampaknya tidak terlalu berpedoman pada rencana pengajaran. Ketika di kelas Beliau mempersilakan muridnya untuk melakukan apa yang murid itu inginkan. Saya salah satunya,,,he,,.he,,, saya menyukai pelajaran membaca, menulis dan berhitung tapi pada saat itu saya sangat menyukai dunia seni...terutama menyanyi dan membaca puisi. Saya sangat bersemangat untuk menghapalkan lirik lagu dan nadanya, menghapal barisan puisi yang saya baca di majalah anak-anak. Ada kesenangan yang sulit saya lukiskan, ketika menyanyi atau membaca puisi saya merasa bisa berada di dunia yang "indah".

Ketika waktunya pelajaran berhitung atau menulis..biasanya saya akan mengikuti pelajaran yang diberikan terlebih dahulu dan bila sudah selesai saya akan mengacungkan tangan dan mengatakan "Pak, saya sudah selesai..bolehkan saya sekarang menyanyi"? atau kadang "Pak, saya baru menghapal puisi yang baru, bolehkah saya membacakannya di depan kelas?". Ha..ha..ha.. mungkin kedengarannya lucu ya dan mungkin mengganggu. Tapi Pak S cuma tersenyum,  Beliau berkata.."Kalau sudah beres kamu boleh tampil di depan ". Pada saat itu buat saya sekolah menjadi tempat yang paling menyenangkan, saya bisa belajar dan menyalurkan hobi. Tiap hari  pergi ke sekolah dengan semangat. Dengan bimbingan Pak S saya mencintai dunia seni, entahlah itu menggambar, musik, bernyanyi, bercerita atau belajar menulis dengan indah. Pak S tidak pernah membatasi dan melarang saya untuk melakukan apa yang saya suka..asalkan tugas saya sudah selesai. Tiap hari saya menyiapkan kegiatan yang berbeda, misalnya Senin adalah hari menyanyi, Selasa adalah hari membaca puisi, Rabu adalah hari saya bercerita tentang dongeng di depan kelas, Kamis bisa jadi itu adalaah hari menari. Ha..ha..ha..tiap hari saya sibuk membuat jadwal tampil dan mengerjakan tugas sekolah..dan itu sangat menyenangkan. Saya belajar untuk mengekspresikan diri, belajar untuk tampil dan berbicara di depan, saya belajar untuk menerima cemoohan..ha..ha..ha.. karena kadang sifat saya itu mengganggu yang lain bukan?wkwk. 

Guru dan pendidik yang hadir dan membuat saya menjadi seorang yang menyenangi dunia menghitung dan menghapal adalah Pak T. Selain seorang pendidik, Beliau  menjabat sebagai kepala sekolah. Rumah Pak T hanya berjarak 200 m dari rumah. Istri pak T membuka toko. Ibu biasanya belanja di sana dan saya kebagian tugas untuk berbelanja. Belanja menjadi hal yang menyenangkan dan menantang..ha..ha..ha.. kenapa demikian? ok..saya akan cerita..

Ayah dan Ibu adalah pegawai negeri, ada kalanya Beliau sibuk dengan urusan kantor, sehingga kami dididik dengan cukup "keras". Mereka selalu mengharapkan anak-anaknya bisa belajar dengan baik dan berhasil. Salah satu metode yang diterapkan adalah menghapal. Hampir tiap hari saya di suruh untuk belanja. Tiap belanja lebih dari 3 jenis, entah itu bumbu, makanan dan lain-lain yang harus dibeli. Peraturannya  kami tidak boleh mencatat daftar belanjaan  di kertas, tapi harus menghapalnya sampai hafal. Kadang menyebalkan..ha..ha..ha.. sebelum hapal belum boleh belanja. Ayah, Ibu dan Pak T seperti sebuah Tim. Kalau di rumah saya di suruh menghapal, begitu sampai toko saya harus mengulangnya, dan biasanya Pak T akan melayani saya belakangan. Selama menunggu saya komat-kamit menghafal daftar belanjaan takut salah, begitu giliran saya akan lega. Tapi tunggu dulu itu belum selesai, tugas berikutnya akan lebih menuntut otak saya bekerja keras. Kenapa? karena pelajaran matematika secara tidak langsung akan saya hadapi.

Pak T mempunyai kebiasaan, Beliau tidak pernah menggunakan kalkulator untuk menghitung berapa belanjaan yang saya harus bayar, tetapi menggunakan kertas dan saya yang harus menghitungnya. Contoh : Ibu menyuruh saya membeli telur 1/2 kg. Pak T akan bilang "Harga 1 kg telur adalah Rp 16.000,- karena kamu membeli 1/2 kg berapa yang harus kamu bayar?" setelah dijawab, Beliau akan menuliskannyanya di kertas. Itu semua berlaku untuk seluruh belanjaan saya, misalnya saya dikasih hadiah oleh ibu, boleh membeli coklat, karena 3 bersaudara saya diharuskan beli 3. Pak T akan bertanya, "Harga satu coklat 1500 kalau kamu beli tiga berapa yang harus dibayar"? ha..ha..ha..Setelah pembagian dan perkalian, nanti saya akan belajar penjumlahan kebawah. Pak T akan menuliskan harga semua belanjaan saya di atas kertas dengan di bikin kolom, setelah itu kita akan sama-sama menjumlahkannya, Pak T  menuliskannya, saya yang menghitungnya. setelah beres semua, tugas saya masih ada satu lagi yaitu pengurangan. Misalnya total belanja saya adalah Rp 17500 dan saya di kasih uang oleh Ibu Rp 20.000,-. Maka Pak T akan bertanya berapa jumlah kembaliannya? dan saya akan menghitungnya kembali..ha..ha..ha..Saya tidak berani menolak, karena Beliau adalah guru saya..ha..ha..ha..

Kegiatan itu terus berulang dari kelas 1 sampai kelas 6. Dari kegiatan berbelanja, saya belajar memahami soal cerita matematika, melrasa bahwa  belajar matematika  adalah sesuatu menyenangkan, tidak menakutkan dan berguna dalam kehidupan. Saya memang tidak jago dan mahir dalam pelajaran matematika, tapi saya tetap menyenanginya sampai sekarang. 

Beliau berdua, selain orangtua saya, adalah guru-guru dan pendidik jiwa yang mengajar dengan hati. Secara tidak langsung saya dibentuk, diperbaiki di bimbing dengan ditumbuhkan daya kreativitasnya. Saya tidak merasa belajar menjadi sesuatu yang menjadi beban. Mereka mengajar dengan suatu bentuk yang berbeda. Saya amat sangat bersyukur diberi kesempatan untuk menjadi murid Beliau di tahap perkembangan jiwa yang penting. Diberi kesempatan untuk berkembang, diajari tanggung jawab sosial dan moral.

Mereka berdua menjadi role model yang membuat saya mencintai profesi seorang pendidik. Walaupun dulu saya sempat menghindar dari profesi itu tapi akhirnya hati kecil saya mengatakan.."Jiwa saya ternyata ada di dunia pendidikan" entahlah saya mempunyai hobi sekolah..di dunia pendidikan saya menjadi seseorang yang bisa bernafas dengan mudah, menerima dan berbagi ilmu, sharing pengetahuan, berdiskusi dengan topik yang menarik, berdebat untuk saling memperbaiki dan bukan untuk menjatuhkan. Dunia pendidikan memiliki sejuta pesona..

Dengan pesona itulah, saya berani untuk memutar arah kehidupan. Uji nyali untuk kembali ke dunia pendidikan dan bercita-cita serta berharap suatu hari nanti saya bisa menjadi pendidik hati, pembentuk jiwa dan karakter, ilmu yang saya punya dan bagi akan menjadi penerang. Cinta dan kasih sayang yang saya terima dari semua guru yang hadir di kehidupan menjadi perpanjangan untuk kebaikan. Jalan ini masih sangat panjang...tapi bukan hal mustahil untuk di wujudkan. Terima kasih untuk semua guru...membantu saya mengetahui..dimana saya harusnya berada..


Selamat Hari Guru..




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy6rmjrFy0Dy9Wrb_rNlaeCWTBwOkimhUmYQ80X6eRJkNgktMz25hWyb4ZxeIsyyqu1NNb4fn1y1ITsHm7Tf3vmhvFcHrQZ3sv7irctkaNaq6N-1xKtw63WnpBa9E113bmYEcg1gM7spun/s1600/DSC04452.JPG





Daptar Pustaka:

Gambar di kutip dari 

Anonim. Koleksi kado dan kartu ucapan selamat hari guru.  (2014).www.melvister.com. Diunduh 30 November 2016 Jam 08.50 WIB.

Jumat, 18 November 2016

JOB ENRICHMENT / PSI MANAJEMEN


JOB ENRICHMENT


1.      Definisi
Job enrichment merupakan desain pekerjaan yang melibatkan sejumlah variasi isi pekerjaan, tingkat pengetahuan dan keahlian yang lebih tinggi, tanggung jawab dan otonomi yang lebih besar untuk merencanakan, mengarahkan, dan mengontrol pekerjaan. Pekerjaan yang telah mengalami job enrichment menyediakan kesempatan bagi pekerjanya untuk mengembangkan diri dan merasa bermakna (Monczka & Reif, dalam Sungkit dan Meiyanto, 2015). Selain itu, job enrichment juga membuat pekerja memiliki loyalitas terhadap organisasi (Niehoff, Moorman, Blakely, & Fuller, dalam Sungkit dan Meiyanto,2015).

2.      Dimensi Job Enrichment
Hackman, Oldham, Janson, dan Purdy ( dalam Sungkit dan Meiyanto, 2015) mengungkapkan bahwa job enrichment didasari oleh lima dimensi pekerjaan, meliputi skill variety, task identity, task significant, autonomy, dan feedback from the job itself.

a)      Skill variety menggambarkan pekerjaan yang memerlukan variasi aktivitas.
b)      Task identity menggambarkan penyelesaian pekerjaan yang melibatkan semua tahap pekerjaan,
c)       Task significant menggambarkan implikasi pekerjaan terhadap lingkungan luar,
d)     Autonomy menjelaskan tingkat kebebasan pekerja untuk mengatur pelaksanaan pekerjaannya.
e)      Feedback from the job itself menjelaskan umpan balik yang diberikan pekerjaan terhadap performansi pekerjanya.
Terpenuhinya kelima dimensi tersebut menunjukkan bahwa sebuah pekerjaan telah mengalami pengayaan.
 
3.      Implemantasi Job Enrichment
Ada lima cara atau prinsip implementasi yang dapat dilakukan dalam job enrichment,yaitu menggabungkan pekerjaan (combining task), membentuk unit kerja (forming natural unit), membangun hubungan dengan klien (establishing client relations), memperluas pekerjaan secara vertical (vertical loading) dan membuka saluran umpan balik (opening feedback channels) (Hackman & Oldham dalam Suntiowangi, 2012)

a)      Combining tasks berarti menggabungkan pekerjaan yang terpisah-pisah menjadi satu kesatuan modul yang lebih besar sehingga pekerjaan yang dilakukan lebih beragam atau skill variety nya meningkat. Dengan mengerjakan pekerjaan dalam modul yang lebih besar dan menyeluruh, task identity juga  meningkat. Dengan mengerjakan pekerjaan dalam modul yang lebih besar dan menyeluruh, task identity juga meningkat.
b)     Forming natural work units adalah membuat sekumpulan pekerja melakukan suatu pekerjaan yang terdiri dari beberapa tahap dari awal hingga akhir.
c)     Establishing client relationship memberikan kesempatan pekerja untuk berhubungan langsung dengan kliennya, baik klien internal ataupun eksternal organisasi. Kesempatan ini membuka peluang untuk mendapatkan otonomi lebih dalam mengambil keputusan sekaligus peluang untuk mendapatkan umpan balik.
d)     Vertical loading the job memberikan otonomi atau tanggung jawab lebih untuk pekerja.
e)     Opening feedback channels berarti meningkatkan kesempatan pekerja untuk mendapatkan umpan balik atas kinerja dari pekerjaan yang dilakukannya. Umpan balik ini sifatnya lebih cepat dan personal sehingga dapat meningkatkan control pekerja atas pekerjaannya.


4.      Contoh  Penerapan Job Enrichment.
Perusahaan Suryana Bintang yang berada di Jakarta dan  bergerak di bidang  pakain dan sepatu anak berencana untuk melebarkan pemasarannya ke kota Bandung. Maka sebagai langkah utama pihak manajemen membentuk suatu unit tim yang bertanggung jawab untuk membuka cabang  di Bandung. Unit itu terdiri dari tim planning,  desain dan produksi,  serta marketing yang diketuai  dan dibawah pengarahan oleh seorang manager. Tim planning bertanggung jawab untuk mensurvei selera pasar serta konsumen yang akan menjadi target pemasaran, hasil dari survey akan menjadi  data bagi strategi yang akan diambil baik untuk pemasaran ataupun produksi. Tim desain dan produksi menerima data yang diterima dari dari tim planning dan bertanggung jawab untuk membuat rancangan dan produk sesuai dengan selera pasar dan target konsumen. Bagian marketing mencari kesempatan bagaimana bisa memasarkan produk yang dibuat sehingga dapat diterima oleh masyarakat. Salah satu teknik pemasaran yang  digunakan adalah  media sosial dan mengikuti pameran dan pagelaran yang rutin dilaksanakan di kota Bandung. Untuk mendapatkan feedback dari konsumen maka tim marketing menggunakan cara membagikan kuisioner sebagai tanggapan atas produk yang diluncurkan dan review dari konsumen yang membeli produk. Review yang diminta selain informasi  kualitas produk yang dihasilkan juga informasi tentang kualitas pelayanan. Promosi lain yang dilakukan adalah bekerjasama dengan majalah mode dan fashion yang ada dikota Bandung dengan cara meminjamkan produk yang dihasilkan pada sesi pemotretan. Cabang di Bandung diberikan kewenangan dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas produk, cara pemasaran dan jam operasional. Bandung adalah kota yang sering menjadi tujuan liburan, maka jam operasional dan manajemen toko akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi kota Bandung.  Evaluasi  dari pusat rutin dilakukan dengan jadwal satu kali per tiap bulan. Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan maka peningkatan kualitas dan pelayanan menjadi prioritas utama, salah satunya dengan memotivasi karyawan dengan penobatan ‘the best employee” yang dinilai berdasarkan kinerja..



DAFTAR PUSTAKA

Sungkit, F.N, & Meiyanto, IJK,S. (2015). Pengaruh job enrichment terhadap employee engagement melalui psychological meaningfulness sebagai mediator. Gajah Mada  Journal of Psychology 1,61-73.
Suntiowangi, W.(2012). Rancangan job enrichment biller untuk meningkatkan motivasi dan kinerja billing departemen xyz. Thesis.Depok .Fakultas Psikologi  UI

 


Selasa, 08 November 2016

Sistem Informasi Psikologi/ Tugas 2




Sistem Teknologi Informasi dalam Penelitian dan Pencegahan Pedofilia



A.    Pengertian

    Menurut DSM, pedofil adalah orang dewasa yang mendapatkan kepuasan seksual melalui kontak fisik dan seringkali seksual dengan anak-anak pubertas yang tidak memiliki hubungan darah dengan mereka. Dalam DSM-IV-TR mensyaratkan para pelakunya minimal 16 tahun dan minimal 5 tahun lebih tua dari usia anak. Menurut Marshall ( dalam Davidson, 2012) tidak semua pedofil menyukai anak prapubertas, beberapa diantaranya menjadikan anak-anak pasca pubertas sebagai korbannya, yang secara hukum belum cukup umur untuk diperbolehkan melakukan hubungan seks dengan orang dewasa.
    Menurut Raymond (dalam Davidson, 2012), pedofilia lebih banyak diidap oleh laki-laki daripada perempuan. Gangguan ini seringkali terjadi komorbid dengan gangguan mood dan anxietas, penyalahgunaan zat, dan tipe parafilia lainnya.  Pedofilia bisa heteroseksual ataupun homoseksual.
      Meskipun sebagian besar pedofil tidak melukai korbannya secara fisik, beberapa diantaranya sengaja menakut-nakuti anak secara mental, misalnya membunuh hewan peliharaan anak atau mengancam akan menyakiti senang mereka bila melapor pada orang tuanya. Kadang pedofil senang membelai rambut si anak, atau memainkan alat kelamin anak, mendorong si anak untuk memainkan alat kelaminnya dan yang lebih jarang adalah memasukkan alat kelaminnya ke alat kelamin anak. Pencabulan tersebut dapat  terus berlangsung selama beberapa minggu , bulan atau tahun jika tidak diketahui oleh orang dewasa lainnya atau jika si anak tidak memprotesnya. Para pedofil memanfaatkan kenaifan korbannya dan hubungan kekuasaaan yang tidak seimbang antara orang dewasa dan anak
     Pornografi anak kadang dianggap sebagai factor penting yang memotivasi sebagian orang  untuk melakukan pencabulan anak, tetapi menurut sebuah studi penelitian, para laki-laki tersebut terangsang oleh berbagai material media yang sangat mudah di dapat, seperti iklan televise dan catalog pakaian yang menampilkan  anak-anak kecil memakai pakaian dalam. Konsumsi alcohol dan stres meningkatkan kemampuan seseorang untuk mencabuli anak. Pencabul anak memiliki fantasi seksual tentang nak-anak di saat mood mereka negatif. Data menunjukkan bahwa pedofil umumnya memiliki kematangan social  yang rendah , harga diri rendah, pengendalian impuls dan keterampilan social yang rendah. Pedofil heteroseksual sebagian besar telah atau pernah menikah 
        Separuh dari seluruh pelaku pencabulan anak  dilakukan oleh remaja laki-laki, sekitar 50% penganiaya berusia dewasa mulai berperilaku melanggar hukum di awal remaja. Para remaja tersebut umumnya memiliki keluarga yang penuh kekacauan dan negative. Keluarga mereka seringkali kurang memiliki struktur dan kurang memberikan dukungan positif. Banyak diantara mereka juga yang mengalami pelecehan seksual di masa kanak-kanak. Mereka yang melakukan pencabulan anak lebihterisolasi secara social dan memiliki keterampilan social yang lebih rendah dibandingkan teman sebayanya.Mereka mengalami kesulitan akademis , secara umum pelaku adalah mereka yang dianggap banyak orang sebagai penjahat remaja.  
       Menurut  Gobert ( dalam Davidson, 2012) pedofil umumnya mengenal anak-anak yang mereka cabuli, mereka adalah tetangga atau teman keluarga. Orang yang mencabuli biasanya bukan orang yang tidak dikenal, bisa saja paman, saudara kandung laki-laki, guru, pelatih, tetangga bahkan pemuka agama. Penganiaya anak seringkali adalah laki-laki dewasa yang dikenal si anak dan mungkin juga dipercayainya.
 
B.     Efek Pedofilia pada Anak

Pedofilia jauh lebih banyak dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya. Dari sebuah studi terhadap 796 mahasiswa di Amerika secara mengejutkan bahwa 19% dari para perempuan dan 8,6 % dari para laki- laki menuturkan bahwa mereka mengalami penganiayaan seksual di masa kanak-kanak. Efek pelecehan seksual pada anak dalam jangka pendek bervariasi, diantaranya adalah kecemasan, depresi, harga diri yang rendah dan gangguan tingkah laku, sifat penganiayaan pada diri sendiri,traumatic, stress yang diperparah dengan  oleh ancaman yang sering dilakukan oleh penganiaya. Efek pelecehan seksual anak dalam jangka panjang diantaranya adalah gangguan disosiatif, gangguan makan, gangguan kepribadian ambang,depresi, sangat tidak percaya pada orang lain, penyalahgunaan zar terlarang, gangguan disfungsi seksual.

C.     Pencegahan

Upaya pencegahan difokuskan pada sekolah-sekolah dasar, beberapa elemen yang harus diinformasikan adalah mengajari anak-anak untuk mengenali perilaku orang dewasa yang tidak pantas, menolak bujukan, segera menjauh dari perilaku tersebut dan melaporkan insiden tersebut kepada orang dewasa yang tepat (Wolfe, dalam Davidson 2012). Anak-nak dijari untuk mengatakan “tidak”  secara tegas dan asertif bila ada orang dewasa yang berbicara kepada mereka dan menyentuh mereka dengan cara yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Para penyuluh dapat menggunakan buku-buku komik, film dan gambaran tentang situasi beresiko dalam upaya mengajarkan tentang bagaimana cara anak-anak melindungi diri mereka sendiri
.
D.    Penggunaan Teknologi Informasi dalam Penelitian dan Pencegahan Pedofilia

Dalam beberapa tahun terakhir, internet memiliki peran yang semakin besar dalam pedofilia, para pedofil umumnya memanfaatkan internet untuk mengakses pornografi anak dan menghubungi calon-calon korbannya (Durkin, 1997). Kelompok hak asasi anak Terre des Hommes melakukan penelitian untuk memancing pelaku pedofilia melalui webcam atau webcam child sex tourism (WCST). Para pedofil dipancing dengan anak virtual yang didesain dengan metode tiga dimensi, memiliki perawakan Filipina, berusia sekitar 10 tahun dan diberi nama “Sweetie”. 



Penelitian dimulai dengan Sweetie memasuki ruang bincang public di internet , dalam kurun waktu singkat, lebih dari 20.000 pedofil dari seluruh dunia mendekati Sweetie dan memintanya melakukan aksi seksual melalui webcam perangkat computer. Para peneliti Terre de Hommes merekam pembicaraan dan interaksi para pedofil dengan Sweetie. Kemudian para peneliti mengumpulkan informasi  pribadi pelaku kekerasan seksual pada anak itu melalui media akun  social. Dan informasi tersebut diberikan kepada pihak polisi setempat atau berwenang untuk di tindak lanjuti.  Selama sepuluh minggu dioperasikannya Sweetie dalam  penelitian Terre de Hommes telah  menunjukkan 1000 orang dewasa dari 71 negara terlibat dalam pariwisata seks melalui webcam.


DAFTAR PUSTAKA 
Davidson, G., Neale, M,J.,Kring,M,A.(2012). Psikologi abnormal. Jakarta: Rajagrafindo Persada
      Panji, A.(2013). Dipancing “bocah perempuan”, 20.000 pedofil mendekat. www.kompas.com. Diakses 31 Oktober 2016 pukul 12.00 WIB