Rabu, 23 Oktober 2013

Hidup dan Belajar


Hidup..adalah...Belajar

Kita tidak harus sempurna
berikanlah toleransi pada diri sendiri
Teruslah belajar,,,itu adalah proses hidup yang sesungguhnya.


Belajarlah untuk mencintai diri sendiri
Dengan segala kekurangan dan kelebihannya
Belajarlah untuk berpikir dan bersikap positif




RAIN




N Y A N Y I A N   H U J A N


http://pixabay.com/en/snail-drops-rain-drawing-83672/


lama tak terdengar 
yang ditunggu lama,akhirnya datang menyapa
harum tanah yang kurindukan
rezeki yang membasuh debu jalanan
angin lembut yang mendinginkan
senandung nada yang menenangkan
hmmm...hujan
semoga bermanfaat dan menyenangkan.

TEARS AND SMILE


K .. U ..   T..  U..  N..  G..  G..  U 

SENYUMMU



http://www.japandish.com/tag/sakura/



Biarkanlah aimata mengalir dan membasuh semua luka dan lara hatimu
Bukan untuk diratapi...
Apa yang luput dan hilang dari genggamanmu


Biar kita tidak bersedih hati dan tidak gembira
dengan apa yang diberi
Yakinlah...
Apapun yang terjadi sudah tertulis dan pasti
bahkan sebelum itu terjadi


Hari ini ada air mata
Semoga besok ada tawa sambil mengingat...
bahwa kita mampu  melampaui semuanya

Please...jangan merasa sendiri
Lihatlah dengan jelas...disekelilingmu..
Ada tangan-tangan hangat yang akan memelukmu dengan erat,
Hati dan telinga yang akan mendengar semua keluhmu..

MENANGISLAH HARI INI....
ESOK HARI...
KUTUNGGU SENYUMMU





Kamis, 17 Oktober 2013

RAINBOW DAYS



R A I N B O W  D A Y S






Satu langkah kecil di mulai untuk perjalanan yang panjang
belum saatnya berlari kencang
Perjalanan ini ibarat marathon...bersama para profesional
Perlu pemanasan dan latihan yang terukur,
Disiplin yang teguh dan semangat yang pantang menyerah.

Pohon pun menggugurkan semua daunnya untuk beradaptasi dengan kemarau
Dan bersiap menyambut kehidupan baru
Ketika diputuskan melangkah ke arah yang berbeda dan memulai perjalanan baru
harus bersiap menghadapi tantangan dan rintangan

Bukan hal yang mudah ketika menjadi  warna yang berbeda
Perlu waktu dan pembuktian bahwa kita adalah warna yang akan menambah harmonisasi
Memperindah suatu perjalanan dengan kebaikan.
Akan sering terluka...bahkan akan banyak air mata yg harus kita hapus di penghujung hari
dan tetap tersenyum kembali untuk menyambut hari baru.

Ketika semua langkah seakan tidak seirama...
mungkin menepi sejenak itu lebih baik
Kembali mendengarkan nada-nada lain dgn ketenangan
dibukakan hatinya dilapangkan jiwanya...dengarlah di keheningan
Mencoba menerima perbedaan tanpa memaksakkan nada yang lepas dari partnya.

Pada saat senyum dan sapa menjadi langka
berganti dengan kemarahan, kekecewaan dan kelelahan 
tetaplah tersenyum...tetaplah tersenyum...tetaplah tersenyum
Ingatlah alam pun akan menyebarkan kebaikan dan keindahan
Semoga senyum bisa melunakkan semua kemarahan...
Mungkin tidak hari ini.., tapi pasti suatu hari nanti semuanya akan melembut..

Adakalanya sendiri...tidak ada yang menyambut uluran tangan dan hatimu
Airmatapun jatuh dan hatipun perih...larilah ke pelukan RabbMu
Mengadulah dengan cantik, Minta ampunlah dan Mohonlah dengan amat sangat
Berdoa lah semoga dipertemukan dengan yang lebih baik
Bersabarlah dan berusahalah dengan sunguh-sungguh.

Saat kesepian melanda......
tidak usah memaksa masuk ke keramaian yang bukan dirimu..,penolakan bisa jadi melukai
Lihatlah dengan seksama...
Mungkin ada orang lain yang mengulurkan tangan dan hatinya...
Sambutlah dengan tidak berprasangka...ikatlah dengan segala cinta dan kasih sayang
Tumbuhlah bersama mereka, saling mengasah dan jadilah orang yang lebih baik 

Suatu hari nanti.... bisa jadi fokus dan arah  teralihkan
Ingatlah selalu pengorbanan orang yang mendukung dan mencintaimu tanpa syarat...
Yang selalu mendoakan dirimu penuh harap
Yang menghangatkan hatimu ketika kedinginan
Yang menggenggam tanganmu dengan erat
Yang menghapus semua air matamu
Yang menampung semua keluh kesahmu dengan  kelapangan hatinya..
Yang memelukmu dengan erat ketika butuh ketenangan
Yang menenangkanmu bahwa semua akan baik-baik saja..
Yang menjadi jaring di hidupmu dengan doa tulusnya...
Ingatlah itu...dan balikkan kembali ke arah yg benar

Berterimakasihlah kepada orang-orang yang sudah membagi ilmunya
Sesungguhnya ilmu dan keikhlasan mereka menjadi bekal di perjalanan ini
Semoga kita bisa sebaik mereka.....
Menghormati dan meneladani guru hidupmu akan mempermudah langkah diperjalan ini
Kadang akan sangat sulit yang di dapat dari mereka...tapi tetapkan dalam hatimu..
Semua kesulitan itu untuk membentuk diri dan hatimu...
Mohonlah kebaikan dunia dan akhirat untuk semua guru hidupmu, doakan lah mereka..,

Katakan cinta dan sayangmu...sesering mungkin
Pada orang - orang di sekeliling yang berjasa dan menjaga di hidupmu

Jagalah lisanmu...jangan kau sakiti hati mereka dengan kekasaran lisanmu...
Ketika kemarahan mencengkrammu...wudhulah sayangku...wudhulah..
semoga air mendinginkan hatimu...
Ketika mereka mencerca dan mencemoohmu tersenyumlah...tersenyumlah...
tidaklah usah membalasnya berhitunglah sampai 10...dan diamlah
Kata-kata kasar yang menyakiti hati  sangatlah susah untuk dihapus dengan seribu kebaikan

Gemi...
Ketika kelelahan melemahkanmu
Ingatlah kau tidak sendiri..
Hanata...Kridia..Agil...Anes..
Semua tengah berjuang bersama untuk kebaikan hidup 
dan engkau bersama dan mencintai mereka
Doa Bapak sama Mamah di sujud-sujud malam mereka
menjadi pandu hidupmu


Gemi....
Niatkanlah kembali semua  hanya karena Rabbmu
Niatkanlah kembali semoga Ilmu yang di dapat diperjalanan ini menjadi bekal yang baik
untuk kehidupan dunia akhiratmu
Niatkanlah kembali semoga ilmu yang di dapat dapat bermanfaat untuk orang-orang sekitarmu
Niatkanlah kembali...
















TUGAS IBD 2 SURAK IBRA



SURAK IBRA "PERMATA TERSEMBUNYI" DARI KABUPATEN GARUT







Seni tradisional Surak Ibra dikenal juga dengan nama Seni Boboyongan Eson. Seni tradisional ini berasal dari Kabupaten Garut.

Surak Ibra  dipertunjukkan di upacara hari besar khususnya hari Kemerdekaan Republik Indonesia terutama di Desa Cinunuk.

Surak Ibra dewasa ini telah menjadi ciri khas kesenian tradisional dari Kota Garut selain tidak ada di daerah lain menurut Mas Nanu Muda seorang curator Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat memiliki sifat flexible sebagai potensi seni kemas kolosal seperti halnya kesenian tradisional Kecak Bali yang melegenda,

Sejarah Surak Ibra

Surak Ibra berdiri sejak tahun 1910 di Kampung Sindang Sari Desa Cinunuk Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut. Kesenian tradisional tersebut hasil ciptaan Raden Djaja diwangsa putra dari Raden Wangsa Muhammad ( dikenal dengan nama lain Raden Papak)

Kesenian ini merupakan simbol sindiran kepada Pemerintahan Belanda yang saat itu bertindak sewenang-wenang kepada masyarakat jajahannya.

Pada masa lalu Surak Ibra di pertunjukkan di "Pesta Raja", pesta-pesta yang daiadakan oleh para Dalem (bupati) di Kota Garut.

Pada tanggal 30 Mei 1910 di Cinunuk berdiri "Himpunan Dalem Emas" yang bertujuan untuk  ngamumule melestarikan kesenian Surak Ibra. Pada tahun 1948 perkumpulan tersebut dibubarkan dengan pertimbangan bahwa Surak Ibra adalah milik pemerintah. Maka sejak saat itu pengelolaan surak Ibra dilanjutkan oleh aparat desa sampai sekarang.

Di dalam perkembangan kesenian Surak Ibra Bapak Amo dikenal sebagai tokoh ahli waris kesenian dan memimpin pagelaran seni tersebut di berbagai kesempatan dan oleh kalangan masyarakat pendukung Surak Ibra dikenal sebagai "Sesepuh".

Pertunjukkan Surak Ibra






Alat-alat kesenian yang mendukung pertunjukkan Surak Ibra :
  • 2 buah obor dari bambu
  • Seperangkat / lebih Gendang Pencak
  • Seperangkat / lebih Dogdog
  • Seperangkat / lebih Angklung
  • Seperangkat / lebih Keprak
  • Seperangkat / lebih Kentongan Bambu
  • Hal-hal lain yang diperlukan waktunya.
Jumlah pemain pada pagelaran Surak Ibra antara 30 - 100 orang lebih.

Pertunjukkan Surak Ibra melibatkan sejumlah pemain laki-laki. Biasanya dimulai dengan sejumlah pemuda membawa obor menyala lalu mengambil formasi berbanjar. Mereka menari gerakan-gerakan silat. Disusul rombongan penari Surak Ibra biasanya sekitar 30-60 orang yang memakai kostum pesilat. Warna kostum yang dikenakan tidak lagi berwarna hitam tetapi lebih berwarna yang umum digunakan adalah warna kuning dan merah. Mereka bergerak dengan penuh semangat menampilkan gerakan-gerakan pencak silat dengan dipimpin oleh seorang pengatur (pemberi komando) yang atas komandonya musik pengiring ditabuh serempak biasanya lagu Golempang disambung dengan sorak sorai yang meriah atau dalam bahasa sunda eak-eakan, antara musik dan sorak sorai menciptakan suasana yang meeriah dan dinamis. Setelah itu mereka melakukan formasi-formasi tertentu dengan gerakan pencak silat. Pada saat membuat formasi likngkaran, salah satu dari mereka yang bertindak sebagai seorang tokoh akan di boyong diangkat-angkat, ketika lingkaran semakin menyempit, tokoh tersebut diangkat oleh sebagian penari Surak Ibra, ia pasrah diangkat naik turun diiringi oleh musik dan sorak-sorai yang meriah. Ia diatas tangan-tangan penari surak Ibra menari-nari dan berpindah-pindah dari satu tangan ke tangan yang lain kadang melambung tinggi sekali ke atas, sorak-soraipun semakin ramai.
Biasanya setelah atraksi surak Ibra yang memukau kembali ke formasi semula yang di sebut Haleran.
Gerakan pencak silat yang mengangkat seorang penari ke atas sebagai bentuk simbolisaasi dari masyarakat yang menginginkan pemimpinnya seorang tokoh yang mengayomi rakyat.
Lagu-lagu pencak silat yang sering di pakai biasanya Golempang, Padungdung dll. Iringan musik yang berada di formasi belakang mengiringi sepanjang pertunjukkan, atraksi serupa dilakukan pada titik tertentu sepanjang Helaran.






Tujuan Seni Surak Ibra

Kesenian ini memiliki tujuan untuk memotivasi masyarakat agar mempunyai pemerintahan sendiri hasil gotong royong bersama untuk mencapai tujuan cita-cita bangsa indonesia dan juga memupuk rasa persatuan dan kesatuan antara pemerintah dan rakyatnya demi menunjang keadilan dan kebijaksanaan pemerintah secara mandiri dan penuh semangat.

Makna Seni Surak Ibra

Makna yang terkandung dalam pertunjukkan Surak Ibra diantaranya adalah:
  • Makna Syukuran : masyarakat sebagai komunitas biasanya memiliki cara syukuran yang diwariskan oleh perintisnya. Sebagaimana halnya Surak Ibra sebagai penghormatan kepada kharisma Bapak Ibra seorang tokoh pendekar silat yang disegani di Garut saat itu.
  • Makna Teatrikal : tampilan surak ibra dengan jumlah pendukungnya lebih dari 60 orang menunjukkan peluang teatrikal, apalagi pada adegan boboyongan naik turun disertai dengan sorak-sorai.

Referensi Artikel:


  • www.garutkab.go.id-pariwisata. sub domain pariwisata dan budaya Pemerintah Kabupaten Garut on line.
  • www.Pikiran rakyat on-line edisi 3 Juli 2011 penulis Retno Heriyanto
  • Ganjar Kurnia 2003 Deskripsi Kesenian Jawa Barat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat Bandung.




Analisa


Kesenian tradisional Surak Ibra sebagai kebudayaan daerah dari kota Garut yang mulai ditinggalkan dan bahkan seperti "Permata Tersembunyi". Hanya sebagian kecil saja masyarakat kota Garut yang tahu tentang Surak Ibra dan itupun terbatas di kalangan seniman dan masyarakat pemerhati budaya.

Hal ini terjadi bukan karena kesenian Surak Ibra tidak menarik tapi lebih karena kurangnya informasi yang mengedukasi tentang seni budaya tradisional di kalangan pelajar dan masyarakat.

Keterbatasan pagelaran seni Surak Ibra yang hanya setahun sekali menjadi salah satu keterbatasan dari masyarakat untuk mengetahui dan melihat secara langsung pagelaran budaya tersebut.

Pengenalan seni dan budaya tradisional sejak dini dimulai dari sekolah dasar dan UKM di tingkat universitas adalah salah satu cara agar generasi muda mulai melihat keanekaragaman dan keindahan dari budaya daerah yang dimiliki.

Pelajaran Kesenian dan Budaya dikemas menjadi lebih menyenangkan bahkan melibatkan seniman-seniman daerah secara langsung, sehingga generasi muda tidak hanya mempelajari secara teori yang kadang membosankan tetapi dapat praktek langsung bersama sang ahli.

Seni tradisional Indonesia tidaklah tercipta begitu saja, leluhur kita menciptakan seni budaya sebagai simbol-simbol dari pelajaran hidup bermasyarakat dan menghargai alam. Ketika generasi muda diperkenalkan dengan suatu budaya kesenian tradisional hendaknya makna yang ada di dalamnyapun di kupas dan disampaikan dengan baik.

Penghargaan dari masyarakat dan pemerintah kepada seniman-seniman daerah harus lebih ditingkatkan, jangan sampai kita baru peduli ketika apa yang kita punya diakui sebagai hak orang lain.

Pendokumentasian budaya tradisional baik secara tertulis maupun video sangatlah terbatas bahkan ketika ada stasiun tv daerah pun slot waktu untuk seni budaya tradisional sangat kurang dengan alasan  kurang komersil.

Kerjasama pemerintah dengan cineas film dan pertelevisian bisa menjadi salah satu cara, menjadi tantangan tersendiri untuk mengemas budaya-budaya daerah dengan apik dalam karya-karya mereka. Birokrasi yang sangat sulit dan dukungan dari pemerintah yang masih terbatas menjadi salah satu halangan bagi para cineas untuk menghasilkan karya yang mengangkat budaya tradisional Indonesia.

Pagelaran seni budayapun hendaknya di kemas dengan elegan dan serius sebagai contoh ketika Surak Ibra dipentaskan di Pentas Seni ITB tahun 2000 ternyata mendapat sambutan yang meriah dan membuat banyak penonton terpukau.

Pekerjaan ini memang berat bukan hanya bagi pemerintah tapi bagi masyarakat dan generasi muda di tengah gempuran budaya asing yang dikemas lebih menyenangkan baik untuk indera mata ataupun rasa

Sesungguhnya dalam jiwa manusia mereka membutuhkan seni yang dapat memperhalus jiwa dan bahkan menjadi kesenangan dan kepuasan dari segala kepenatan.





Minggu, 13 Oktober 2013

1.4....3...


1.4....3...


Tidak ada aturan yang baku dan panduan yang sempurna
Hanya ada di dalam hati...susah untuk diterjemahkan
Hadir dalam beragam bentuk, arti dan rasa
Tidak ada yang sama persis.

Ketika rasa sakit menyerang hati
Membuat seluruh sistem tubuh tidak lagi seimbang
Susah untuk menyalurkan oksigen ke setiap sel tubuh.

Dua orang ditakdirkan untuk bertemu
bersama menjalin rasa..
Kadang indah, kadang pedih.
Keindahan, kepedihan  membuat ikatan menjadi kuat
dan menyergap seluruh ruang hati yang ada..

Kehadiran satu sama lain bagaikan udara untuk bernafas
Kita adalah  Oksigen...O2
Ketidakhadiran salah satunya...
akan membuat ketidakberdayaan bagi yang lainnya.

Tataplah selalu dengan mata teduhmu..
Simpanlah di hati lembutmu..,
Genggamlah  dengan tangan hangatmu..
Berusahalah....berjuanglah dan tumbuhlah denganku..

POLARIS HATI


POLARIS HATI


Kompas hatiku tidak berjalan dengan baik
hingga sulit kutemukan dimana Polaris berada
Bagaimana ini...bisakah kemenentukan arah?
Bila langit gelap dan awan hitam menutupi keberadaanmu....




Bisakah kubergabung dengan pelaut-pelaut sejati?
Sang petualang hidup yang gagah berani.
Maukah mereka mengajariku  cara membaca langit..
hingga ku tak tersesat menentukan arah
mewujudkan mimpi dan citaku...



      www.AstroPixels.com


Berbagai macam pilihan terhampar jelas
sedang waktu memburuku dengan cepat
Bisa jadi...pilihan yang dibuat akan melambatkan langkah
mencapai tujuan....
Apakah ku siap menghadapi seribu kemungkinan.

Ketakutan menyergapku tiada ampun
Keraguan...khawatir..
Apakah akan terdiam? dan hanya menjadi pemimpi..

Berikan arah tuk melangkah..
Lepaskan semua tali yang mengikatku tiada ampun...
Terangi hatiku dengan sinarMu..









Kamis, 10 Oktober 2013

TUGAS IBD 1 KEBUDAYAAN DAN UNSUR-UNSURNYA


KEBUDAYAAN DAN UNSUR-UNSURNYA

KEBUDAYAAN

      PENGERTIAN KEBUDAYAAN

  • Secara Umum

Kebudayaan  jika dikaji dari bahasa sansekerta berasal dari kata buddayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “kekal

Dalam bahasa latin kebudayaan berasal dari kata colere yang berarti mengolah tanah.

Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai: “Segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya.” Atau dapat diartikan sebagai “Segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan dapat mempertahankan hidupnya di lingkungannya,”

  • Keesing  Jilid 1,1989: hal 68.
               Budaya dapat juga diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola-pola             perilaku ditularkan secara sosial yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu.

  •     E.B Taylor (1871). Antropolog
 Mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut:
“Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adat istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

  •     Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi

Kebudayaan sebagai suatu hasil karya, rasa dan cipta manusia.

Karya masyarakat menghasilakan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuasaan serta hasilnya dapat diabadikan untuk masyarakat.

Rasa meliputi jiwa manusia mewujudkan segala kaidah-kaidah dan nilai-nilai social yang perlu unutuk mengatur masalah-masalah kemasyarakatan dalam arti yang luas. Di dalamnya termasuk misalnya agama, ideologi, kebatinan, kesenian dan semua unsure yang merupakan hasil ekspresi jiwa manusia yang hidup sebagai anggota masyarakat.

           Cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan berpikir orang-orang yang hidup bermasyarakat              dan yang antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan..    

  •  Sutan Takdir Alisyahbana
Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir,
Hal ini amat luas apa yang disebut kebudayaan, sebab semua laku dan perbuatan tercakup di dalamnya dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berpikir, perasaan juga maksud pikiran.

  •                C.A. Van Paursen

Menyatakan kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan manusia maka manusia tidak hidup begitu saja di tengah alam melainkan selalu mengubah alam.

  •     AL. Krober dan C. Kluckon

Kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja manusia dalam arti seluas-luasnya.

  •     Krubor dan Klukhon

Mendefinisikan kebudayaan sendiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh symbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai.

  •    Ralph Linton, Antropologi

Dalam bukunya The Cultural Background Of Personality menjelaskan bahwa kebudayaan ternyata memiliki berbagai aspek, yang meliputi cara-cara berlaku, kepercayaan-kepercayaan, sikap-sikap, dan hasil dari kegiatan manusia yang khas untuk suatu masyarakat atau kelompok penduduk tertentu.

  •   Kebudayaan Menurut Ilmu Antropologi

Kebudayaan pada hakikatnya adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

  • K.    Dalam Havilan, 1995:332-334 dan Koentjaraningrat 1996:73)

Definisi kebudayaan berkembang menjadi seperangkat peraturan dan standar yang apabila dipenuhi oleh anggota masyarakat menghasilkan perilaku yang layak dan diterima oleh para anggotanya.



UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN


 Pengertian Unsur Kebudayaan

 Unsur kebudayaan adalah apasaja sesungguhnya kebudayaan itu, sehingga kebudayaan dapat lebih        mengandung makna totalitas dari sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya.

Unsur-Unsur Kebudayaan

Beberapa orang sarjana telah mencoba merumuskan unsur-unsur pokok kebudayaan. Diantaranya Melville.J.Herkovitz, Bronislaw Malinowskwi dan C. Kluckhon .

Menurut  Melville.J.Herkovitz  hanya ada 4 unsur kebudayaan yaitu:          
  1.  Alat-alat Teknologi
  2.    Sistem Ekonomi
  3.    Keluarga.    
  4.   Kekuatan Politik.

Menurut Bronislaw Malinowskwi bahwa unsur-unsur kebudayaan itu terdiri dari:
  1.  Sistem Norma
  2. Organisasi Ekonomi
  3.  Alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan
  4. Organisasi Kekuatan.

Menurut Kluckhon di dalam karyanya berjudul “Universal Categories of Culture” dan ( dalam Koentjaningrat,1996:80-81) , terdapat 7 unsur kebudayaan yang dapat ditemukan pada semua bangsa di dunia yang disebut sebagai isi pokok dari setiap kebudayaan yaitu:

  1. Bahasa

Merupakan produk dari homo longuens.

Bahasa manusia pada mulanya ditunjukkan  dalam bahasa tanda ( kode ) yang kemudian                               disempurnakan dalam bahasa lisan dan  bahasa tulisan.
         
  1. Sistem Pengetahuan.
Merupakan produk manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat diperoleh sebagai pemikiran sendiri di samping juga di dapat dari orang lain. Kemampuan manusia mengingat-ngingat apa yang diketahui kemudian menyampaikannya kepada orang lain melalui bahasa, menyebabkan pengetahuan menyebar luas. Lebih-lebih bila pengetahuan ini dibukukan dapat dilakukan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sistem pengetahuan terdiri dari:
    • Pengetahuan tentang sekitar alam.
    • Pengetahuan tentang alam flora.
    • Pengetahuan tentang zat-zat dan bahan mentah.
    • Pengetahuan tentang tubuh manusia.
    • Pengetahuan tentang kelakuan sesama manusia.
    • Pengetahuan tentang ruang, waktu, dan bilangan.

        3.  Sistem Organisasi Sosial (Masyarakat).


Merupakan produk dari manusia sebagai homo socus. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah, namun memiliki akal, maka disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia bekerjasama untuk menungkatkan kesejahteraan hidupnya.
Sistem organisasi sosial ( masyarakat) terdiri dari:
    • Sistem kekerabatan.
    • Sistem kesatuan hidup setempat.
    • Asosiasi dan perkumpulan-perkumpulan.
    • Sistem kenegaraan.
       4. Sistem Peralatan dan Teknologi

Merupakan produk manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirannya yang cerdas dan dibantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan erat manusia dapat membuat dan mempergunakan alat. Dengan alat-alat ciptaanya itulah manusia lebih mampu mencukupi kebutuhan hidupnya daripada binatang.
Sistem peralatan dan teknologi terdiri dari:
    • Alat-alat produktif.
    • Alat-alat distribusi dan transport.
    • Wadah-wadah dan tempat untuk menaruh.
    • Makanan dan minuman.
    • Pakaian dan perhiasan.
    • Tempat perlindungan dan perumahan.
    • Senjata.
  1. Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem Ekonomi.
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus, menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi terdiri dari:
    • Berburu dan meramu.
    • Perikanan.
    • Bercocok tanam di ladang.
    • Bercocok tanam menetap.
    • Peternakan .
    • Perdagangan.


  1. Sistem Religi ( Sistem Kepercayaan)
Merupakan produk manusia sebagai homo religious. Manusia memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa diatas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang Maha Besar. Karena itu manusia takut, sehingga menyembahnya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang agama.
Sistem Religi terdiri dari:
    • Sistem kepercayaan. 
    • Kesusasteraan suci.
    • Ilmu Gaib.
    • Sistem nilai dan pandangan hidup.

  1. Kesenian.
Merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus. Setelah manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya untuk dipuaskan. Manusia bukan lagi semata-mata memenuhi kebutuhan isi perut saja, mereka perlu juga pandangan mata yang indah, suara yang merdu yang semuanya dapat diperoleh melalui kesenian.
Kesenian terdiri dari:
    • Seni payung
    • Seni Relief
    • Seni lukis dan gambar
    • Seni rias
    • Seni vokal
    • Seni instrumen
    • Seni kesusateraan
    • Seni drama

Mengapa Saya Harus Mempelajari Ilmu Budaya Dasar


Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yng di hadapi oleh manusia sehari-hari.
Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai berbagai macam budaya dan suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar dan mengenal masalah serta berbagai kebudayaan yang ada, di harapkan saya mampu untuk beradaftasi dengan lingkungan sekitar baik tempat tinggal ataupun tempat bekerja dan berkarya.

Diharapkan saya mampu berkomunikasi dengan baik dengan berbagai macam orang dengan masalah, karakter dan budaya yang berbeda. Berkomunikasi dengan penuh santun dan etika tidak menjadi egois, belajar untuk mendengarkan dan menyimak.

Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar diharapkan akan meningkatkan minat saya dalam mempelajari budaya sendiri dan berbagai macam budaya yang ada tidak hanya di Indonesia tapi di dunia. Sehingga wawasan menjadi luas, pikiran tidak pendek dan tidak merasa bahwa diri saya yang terbaik. Saya bisa mengambil apa yang baik dari kebudayaan saya dan kebudayaan dari yang lain dan dapat memilah apa yang harusnya saya tinggalkan dari suatu budaya yang tidak sesuai dengan norma hidup dan masyarakat.

Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar diharapkan pemikiran saya terbuka dengan seluas-luasnya, tidak menjadi sombong dan egois. Dengan mengenal kebudayaan sendiri dan orang-orang disekitar, kita lebih memahami mereka sehingga dapat menciptakan lingkungan yang harmonis meski terdiri dari berbagai latar belakang, saya belajar untuk tenggang rasa dan santun dalam memanusiakan manusia.

Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar jiwa manusia saya lebih halus, humanisme saya berkembang, pemikiran tidak berkotak-kotak, hati saya terbuka dan lapang dengan segala perbedaan.

Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar diharapkan pemikiran saya tetap kritis atas segala perubahaan baik perubahan karena teknologi ataupun perubahan karena kebudayaan yang telah bergeser. Apapun perubahan itu tidak menjadikan saya manusia yang tidak berkpribadian...tetapi dengan adanya kebudayaan yang mengakar saya punya fondasi yang kuat dan mampu melihat semuanya dari segala sudut pandang dan tidak menghakimi.


HUBUNGAN ANTARA ILMU BUDAYA DASAR DAN ILMU PSIKOLOGI.


Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang di hadapi oleh manusia sehari-hari.

Ilmu Psikologi adalah ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku, sebagai manifestasi dari kesadaran, proses mental, aktivitas motorik, kognitif dan juga emosional.
Pendekatan -pendekatan pada ilmu psikologi untuk memahami perilaku manusia salah satunya meliputi pendekatan lintas budaya.

Pendekatan lintas budaya ini menguji persamaan dan perbedaan pengaruh budaya dan etnis pada fungsi-fungsi sosial dan psikologi dari kebudayaan anggota masyarakat.

Psikologi bisa dikatakan sebagai "art science". Ketika Ilmu Psikologi membahas manusia maka akan dibahas segala hal tentang manusia baik : Fisik , Rohani,  Perilaku, Keluarga, Kondisi Sosial Budaya dan Latar Belakang.

Dengan memahami kondisi sosial budaya suatu masyarakat maka tujuan ilmu psikologi untuk mendeskripsikan, menjelaskan, memprediksi dan mengontrol serta mengoptimalkan individu dapat dilakukan dengan lebih mudah.




REFERENSI:
  • Seri Diktat Kuliah MKDU  "ILMU BUDAYA DASAR"
          disusun oleh : WIDYO NUGROHO / ACHMAD MUCHI
          Edisi pertama cetakan kelima, Juni 1996
          Diterbitkan oleh Universitas Gunadarma.
  • Seri Diktat Kuliah " PENGANTAR ANTROPOLOGI ( UNTUK MAHASISWA PSIKOLOGI)
         disusun oleh : HENDRO PRABOWO
         Edisi cetakan pertama, Oktober 1996
         Diterbitkan oleh Universitas Gunadarma.
  • Seri Diktat Kuliah " PSIKOLOGI UMUM"
         disusun oleh : A.M. Heru Basuki
         Diterbitkan oleh Universitas Gunadarma.