Kamis, 10 Oktober 2013

TUGAS IBD 1 KEBUDAYAAN DAN UNSUR-UNSURNYA


KEBUDAYAAN DAN UNSUR-UNSURNYA

KEBUDAYAAN

      PENGERTIAN KEBUDAYAAN

  • Secara Umum

Kebudayaan  jika dikaji dari bahasa sansekerta berasal dari kata buddayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “kekal

Dalam bahasa latin kebudayaan berasal dari kata colere yang berarti mengolah tanah.

Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai: “Segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya.” Atau dapat diartikan sebagai “Segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan dapat mempertahankan hidupnya di lingkungannya,”

  • Keesing  Jilid 1,1989: hal 68.
               Budaya dapat juga diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari, mengacu pada pola-pola             perilaku ditularkan secara sosial yang merupakan kekhususan kelompok sosial tertentu.

  •     E.B Taylor (1871). Antropolog
 Mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut:
“Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adat istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

  •     Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi

Kebudayaan sebagai suatu hasil karya, rasa dan cipta manusia.

Karya masyarakat menghasilakan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuasaan serta hasilnya dapat diabadikan untuk masyarakat.

Rasa meliputi jiwa manusia mewujudkan segala kaidah-kaidah dan nilai-nilai social yang perlu unutuk mengatur masalah-masalah kemasyarakatan dalam arti yang luas. Di dalamnya termasuk misalnya agama, ideologi, kebatinan, kesenian dan semua unsure yang merupakan hasil ekspresi jiwa manusia yang hidup sebagai anggota masyarakat.

           Cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan berpikir orang-orang yang hidup bermasyarakat              dan yang antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan..    

  •  Sutan Takdir Alisyahbana
Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir,
Hal ini amat luas apa yang disebut kebudayaan, sebab semua laku dan perbuatan tercakup di dalamnya dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berpikir, perasaan juga maksud pikiran.

  •                C.A. Van Paursen

Menyatakan kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan manusia maka manusia tidak hidup begitu saja di tengah alam melainkan selalu mengubah alam.

  •     AL. Krober dan C. Kluckon

Kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja manusia dalam arti seluas-luasnya.

  •     Krubor dan Klukhon

Mendefinisikan kebudayaan sendiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh symbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham dan terutama keterikatan terhadap nilai-nilai.

  •    Ralph Linton, Antropologi

Dalam bukunya The Cultural Background Of Personality menjelaskan bahwa kebudayaan ternyata memiliki berbagai aspek, yang meliputi cara-cara berlaku, kepercayaan-kepercayaan, sikap-sikap, dan hasil dari kegiatan manusia yang khas untuk suatu masyarakat atau kelompok penduduk tertentu.

  •   Kebudayaan Menurut Ilmu Antropologi

Kebudayaan pada hakikatnya adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

  • K.    Dalam Havilan, 1995:332-334 dan Koentjaraningrat 1996:73)

Definisi kebudayaan berkembang menjadi seperangkat peraturan dan standar yang apabila dipenuhi oleh anggota masyarakat menghasilkan perilaku yang layak dan diterima oleh para anggotanya.



UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN


 Pengertian Unsur Kebudayaan

 Unsur kebudayaan adalah apasaja sesungguhnya kebudayaan itu, sehingga kebudayaan dapat lebih        mengandung makna totalitas dari sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat di dalamnya.

Unsur-Unsur Kebudayaan

Beberapa orang sarjana telah mencoba merumuskan unsur-unsur pokok kebudayaan. Diantaranya Melville.J.Herkovitz, Bronislaw Malinowskwi dan C. Kluckhon .

Menurut  Melville.J.Herkovitz  hanya ada 4 unsur kebudayaan yaitu:          
  1.  Alat-alat Teknologi
  2.    Sistem Ekonomi
  3.    Keluarga.    
  4.   Kekuatan Politik.

Menurut Bronislaw Malinowskwi bahwa unsur-unsur kebudayaan itu terdiri dari:
  1.  Sistem Norma
  2. Organisasi Ekonomi
  3.  Alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan
  4. Organisasi Kekuatan.

Menurut Kluckhon di dalam karyanya berjudul “Universal Categories of Culture” dan ( dalam Koentjaningrat,1996:80-81) , terdapat 7 unsur kebudayaan yang dapat ditemukan pada semua bangsa di dunia yang disebut sebagai isi pokok dari setiap kebudayaan yaitu:

  1. Bahasa

Merupakan produk dari homo longuens.

Bahasa manusia pada mulanya ditunjukkan  dalam bahasa tanda ( kode ) yang kemudian                               disempurnakan dalam bahasa lisan dan  bahasa tulisan.
         
  1. Sistem Pengetahuan.
Merupakan produk manusia sebagai homo sapiens. Pengetahuan dapat diperoleh sebagai pemikiran sendiri di samping juga di dapat dari orang lain. Kemampuan manusia mengingat-ngingat apa yang diketahui kemudian menyampaikannya kepada orang lain melalui bahasa, menyebabkan pengetahuan menyebar luas. Lebih-lebih bila pengetahuan ini dibukukan dapat dilakukan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sistem pengetahuan terdiri dari:
    • Pengetahuan tentang sekitar alam.
    • Pengetahuan tentang alam flora.
    • Pengetahuan tentang zat-zat dan bahan mentah.
    • Pengetahuan tentang tubuh manusia.
    • Pengetahuan tentang kelakuan sesama manusia.
    • Pengetahuan tentang ruang, waktu, dan bilangan.

        3.  Sistem Organisasi Sosial (Masyarakat).


Merupakan produk dari manusia sebagai homo socus. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah, namun memiliki akal, maka disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia bekerjasama untuk menungkatkan kesejahteraan hidupnya.
Sistem organisasi sosial ( masyarakat) terdiri dari:
    • Sistem kekerabatan.
    • Sistem kesatuan hidup setempat.
    • Asosiasi dan perkumpulan-perkumpulan.
    • Sistem kenegaraan.
       4. Sistem Peralatan dan Teknologi

Merupakan produk manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirannya yang cerdas dan dibantu dengan tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan erat manusia dapat membuat dan mempergunakan alat. Dengan alat-alat ciptaanya itulah manusia lebih mampu mencukupi kebutuhan hidupnya daripada binatang.
Sistem peralatan dan teknologi terdiri dari:
    • Alat-alat produktif.
    • Alat-alat distribusi dan transport.
    • Wadah-wadah dan tempat untuk menaruh.
    • Makanan dan minuman.
    • Pakaian dan perhiasan.
    • Tempat perlindungan dan perumahan.
    • Senjata.
  1. Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem Ekonomi.
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus, menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi terdiri dari:
    • Berburu dan meramu.
    • Perikanan.
    • Bercocok tanam di ladang.
    • Bercocok tanam menetap.
    • Peternakan .
    • Perdagangan.


  1. Sistem Religi ( Sistem Kepercayaan)
Merupakan produk manusia sebagai homo religious. Manusia memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa diatas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang Maha Besar. Karena itu manusia takut, sehingga menyembahnya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang agama.
Sistem Religi terdiri dari:
    • Sistem kepercayaan. 
    • Kesusasteraan suci.
    • Ilmu Gaib.
    • Sistem nilai dan pandangan hidup.

  1. Kesenian.
Merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus. Setelah manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya maka dibutuhkan kebutuhan psikisnya untuk dipuaskan. Manusia bukan lagi semata-mata memenuhi kebutuhan isi perut saja, mereka perlu juga pandangan mata yang indah, suara yang merdu yang semuanya dapat diperoleh melalui kesenian.
Kesenian terdiri dari:
    • Seni payung
    • Seni Relief
    • Seni lukis dan gambar
    • Seni rias
    • Seni vokal
    • Seni instrumen
    • Seni kesusateraan
    • Seni drama

Mengapa Saya Harus Mempelajari Ilmu Budaya Dasar


Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yng di hadapi oleh manusia sehari-hari.
Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai berbagai macam budaya dan suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar dan mengenal masalah serta berbagai kebudayaan yang ada, di harapkan saya mampu untuk beradaftasi dengan lingkungan sekitar baik tempat tinggal ataupun tempat bekerja dan berkarya.

Diharapkan saya mampu berkomunikasi dengan baik dengan berbagai macam orang dengan masalah, karakter dan budaya yang berbeda. Berkomunikasi dengan penuh santun dan etika tidak menjadi egois, belajar untuk mendengarkan dan menyimak.

Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar diharapkan akan meningkatkan minat saya dalam mempelajari budaya sendiri dan berbagai macam budaya yang ada tidak hanya di Indonesia tapi di dunia. Sehingga wawasan menjadi luas, pikiran tidak pendek dan tidak merasa bahwa diri saya yang terbaik. Saya bisa mengambil apa yang baik dari kebudayaan saya dan kebudayaan dari yang lain dan dapat memilah apa yang harusnya saya tinggalkan dari suatu budaya yang tidak sesuai dengan norma hidup dan masyarakat.

Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar diharapkan pemikiran saya terbuka dengan seluas-luasnya, tidak menjadi sombong dan egois. Dengan mengenal kebudayaan sendiri dan orang-orang disekitar, kita lebih memahami mereka sehingga dapat menciptakan lingkungan yang harmonis meski terdiri dari berbagai latar belakang, saya belajar untuk tenggang rasa dan santun dalam memanusiakan manusia.

Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar jiwa manusia saya lebih halus, humanisme saya berkembang, pemikiran tidak berkotak-kotak, hati saya terbuka dan lapang dengan segala perbedaan.

Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar diharapkan pemikiran saya tetap kritis atas segala perubahaan baik perubahan karena teknologi ataupun perubahan karena kebudayaan yang telah bergeser. Apapun perubahan itu tidak menjadikan saya manusia yang tidak berkpribadian...tetapi dengan adanya kebudayaan yang mengakar saya punya fondasi yang kuat dan mampu melihat semuanya dari segala sudut pandang dan tidak menghakimi.


HUBUNGAN ANTARA ILMU BUDAYA DASAR DAN ILMU PSIKOLOGI.


Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang di hadapi oleh manusia sehari-hari.

Ilmu Psikologi adalah ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku, sebagai manifestasi dari kesadaran, proses mental, aktivitas motorik, kognitif dan juga emosional.
Pendekatan -pendekatan pada ilmu psikologi untuk memahami perilaku manusia salah satunya meliputi pendekatan lintas budaya.

Pendekatan lintas budaya ini menguji persamaan dan perbedaan pengaruh budaya dan etnis pada fungsi-fungsi sosial dan psikologi dari kebudayaan anggota masyarakat.

Psikologi bisa dikatakan sebagai "art science". Ketika Ilmu Psikologi membahas manusia maka akan dibahas segala hal tentang manusia baik : Fisik , Rohani,  Perilaku, Keluarga, Kondisi Sosial Budaya dan Latar Belakang.

Dengan memahami kondisi sosial budaya suatu masyarakat maka tujuan ilmu psikologi untuk mendeskripsikan, menjelaskan, memprediksi dan mengontrol serta mengoptimalkan individu dapat dilakukan dengan lebih mudah.




REFERENSI:
  • Seri Diktat Kuliah MKDU  "ILMU BUDAYA DASAR"
          disusun oleh : WIDYO NUGROHO / ACHMAD MUCHI
          Edisi pertama cetakan kelima, Juni 1996
          Diterbitkan oleh Universitas Gunadarma.
  • Seri Diktat Kuliah " PENGANTAR ANTROPOLOGI ( UNTUK MAHASISWA PSIKOLOGI)
         disusun oleh : HENDRO PRABOWO
         Edisi cetakan pertama, Oktober 1996
         Diterbitkan oleh Universitas Gunadarma.
  • Seri Diktat Kuliah " PSIKOLOGI UMUM"
         disusun oleh : A.M. Heru Basuki
         Diterbitkan oleh Universitas Gunadarma.
       



Tidak ada komentar:

Posting Komentar