Jumat, 18 November 2016

JOB ENRICHMENT / PSI MANAJEMEN


JOB ENRICHMENT


1.      Definisi
Job enrichment merupakan desain pekerjaan yang melibatkan sejumlah variasi isi pekerjaan, tingkat pengetahuan dan keahlian yang lebih tinggi, tanggung jawab dan otonomi yang lebih besar untuk merencanakan, mengarahkan, dan mengontrol pekerjaan. Pekerjaan yang telah mengalami job enrichment menyediakan kesempatan bagi pekerjanya untuk mengembangkan diri dan merasa bermakna (Monczka & Reif, dalam Sungkit dan Meiyanto, 2015). Selain itu, job enrichment juga membuat pekerja memiliki loyalitas terhadap organisasi (Niehoff, Moorman, Blakely, & Fuller, dalam Sungkit dan Meiyanto,2015).

2.      Dimensi Job Enrichment
Hackman, Oldham, Janson, dan Purdy ( dalam Sungkit dan Meiyanto, 2015) mengungkapkan bahwa job enrichment didasari oleh lima dimensi pekerjaan, meliputi skill variety, task identity, task significant, autonomy, dan feedback from the job itself.

a)      Skill variety menggambarkan pekerjaan yang memerlukan variasi aktivitas.
b)      Task identity menggambarkan penyelesaian pekerjaan yang melibatkan semua tahap pekerjaan,
c)       Task significant menggambarkan implikasi pekerjaan terhadap lingkungan luar,
d)     Autonomy menjelaskan tingkat kebebasan pekerja untuk mengatur pelaksanaan pekerjaannya.
e)      Feedback from the job itself menjelaskan umpan balik yang diberikan pekerjaan terhadap performansi pekerjanya.
Terpenuhinya kelima dimensi tersebut menunjukkan bahwa sebuah pekerjaan telah mengalami pengayaan.
 
3.      Implemantasi Job Enrichment
Ada lima cara atau prinsip implementasi yang dapat dilakukan dalam job enrichment,yaitu menggabungkan pekerjaan (combining task), membentuk unit kerja (forming natural unit), membangun hubungan dengan klien (establishing client relations), memperluas pekerjaan secara vertical (vertical loading) dan membuka saluran umpan balik (opening feedback channels) (Hackman & Oldham dalam Suntiowangi, 2012)

a)      Combining tasks berarti menggabungkan pekerjaan yang terpisah-pisah menjadi satu kesatuan modul yang lebih besar sehingga pekerjaan yang dilakukan lebih beragam atau skill variety nya meningkat. Dengan mengerjakan pekerjaan dalam modul yang lebih besar dan menyeluruh, task identity juga  meningkat. Dengan mengerjakan pekerjaan dalam modul yang lebih besar dan menyeluruh, task identity juga meningkat.
b)     Forming natural work units adalah membuat sekumpulan pekerja melakukan suatu pekerjaan yang terdiri dari beberapa tahap dari awal hingga akhir.
c)     Establishing client relationship memberikan kesempatan pekerja untuk berhubungan langsung dengan kliennya, baik klien internal ataupun eksternal organisasi. Kesempatan ini membuka peluang untuk mendapatkan otonomi lebih dalam mengambil keputusan sekaligus peluang untuk mendapatkan umpan balik.
d)     Vertical loading the job memberikan otonomi atau tanggung jawab lebih untuk pekerja.
e)     Opening feedback channels berarti meningkatkan kesempatan pekerja untuk mendapatkan umpan balik atas kinerja dari pekerjaan yang dilakukannya. Umpan balik ini sifatnya lebih cepat dan personal sehingga dapat meningkatkan control pekerja atas pekerjaannya.


4.      Contoh  Penerapan Job Enrichment.
Perusahaan Suryana Bintang yang berada di Jakarta dan  bergerak di bidang  pakain dan sepatu anak berencana untuk melebarkan pemasarannya ke kota Bandung. Maka sebagai langkah utama pihak manajemen membentuk suatu unit tim yang bertanggung jawab untuk membuka cabang  di Bandung. Unit itu terdiri dari tim planning,  desain dan produksi,  serta marketing yang diketuai  dan dibawah pengarahan oleh seorang manager. Tim planning bertanggung jawab untuk mensurvei selera pasar serta konsumen yang akan menjadi target pemasaran, hasil dari survey akan menjadi  data bagi strategi yang akan diambil baik untuk pemasaran ataupun produksi. Tim desain dan produksi menerima data yang diterima dari dari tim planning dan bertanggung jawab untuk membuat rancangan dan produk sesuai dengan selera pasar dan target konsumen. Bagian marketing mencari kesempatan bagaimana bisa memasarkan produk yang dibuat sehingga dapat diterima oleh masyarakat. Salah satu teknik pemasaran yang  digunakan adalah  media sosial dan mengikuti pameran dan pagelaran yang rutin dilaksanakan di kota Bandung. Untuk mendapatkan feedback dari konsumen maka tim marketing menggunakan cara membagikan kuisioner sebagai tanggapan atas produk yang diluncurkan dan review dari konsumen yang membeli produk. Review yang diminta selain informasi  kualitas produk yang dihasilkan juga informasi tentang kualitas pelayanan. Promosi lain yang dilakukan adalah bekerjasama dengan majalah mode dan fashion yang ada dikota Bandung dengan cara meminjamkan produk yang dihasilkan pada sesi pemotretan. Cabang di Bandung diberikan kewenangan dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas produk, cara pemasaran dan jam operasional. Bandung adalah kota yang sering menjadi tujuan liburan, maka jam operasional dan manajemen toko akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi kota Bandung.  Evaluasi  dari pusat rutin dilakukan dengan jadwal satu kali per tiap bulan. Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan maka peningkatan kualitas dan pelayanan menjadi prioritas utama, salah satunya dengan memotivasi karyawan dengan penobatan ‘the best employee” yang dinilai berdasarkan kinerja..



DAFTAR PUSTAKA

Sungkit, F.N, & Meiyanto, IJK,S. (2015). Pengaruh job enrichment terhadap employee engagement melalui psychological meaningfulness sebagai mediator. Gajah Mada  Journal of Psychology 1,61-73.
Suntiowangi, W.(2012). Rancangan job enrichment biller untuk meningkatkan motivasi dan kinerja billing departemen xyz. Thesis.Depok .Fakultas Psikologi  UI

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar