JOB ENRICHMENT
1.
Definisi
Job enrichment merupakan
desain pekerjaan yang melibatkan sejumlah variasi isi pekerjaan, tingkat
pengetahuan dan keahlian yang lebih tinggi, tanggung jawab dan otonomi yang
lebih besar untuk merencanakan, mengarahkan, dan mengontrol pekerjaan. Pekerjaan
yang telah mengalami job enrichment menyediakan kesempatan bagi
pekerjanya untuk mengembangkan diri dan merasa bermakna (Monczka & Reif,
dalam Sungkit dan Meiyanto, 2015). Selain itu, job enrichment juga
membuat pekerja memiliki loyalitas terhadap organisasi (Niehoff, Moorman, Blakely,
& Fuller, dalam Sungkit dan Meiyanto,2015).
2.
Dimensi Job Enrichment
Hackman,
Oldham, Janson, dan Purdy ( dalam Sungkit dan Meiyanto, 2015) mengungkapkan
bahwa job enrichment didasari oleh lima dimensi pekerjaan, meliputi skill
variety, task identity, task significant, autonomy,
dan feedback from the job itself.
a) Skill variety menggambarkan pekerjaan yang memerlukan variasi aktivitas.
b) Task identity menggambarkan penyelesaian pekerjaan yang melibatkan semua tahap pekerjaan,
c) Task significant menggambarkan implikasi pekerjaan terhadap lingkungan luar,
d) Autonomy menjelaskan tingkat kebebasan pekerja untuk mengatur pelaksanaan pekerjaannya.
e) Feedback from the job itself menjelaskan umpan balik yang diberikan pekerjaan terhadap performansi pekerjanya.
Terpenuhinya kelima
dimensi tersebut menunjukkan bahwa sebuah pekerjaan telah mengalami pengayaan.
3.
Implemantasi Job Enrichment
Ada lima cara atau prinsip implementasi
yang dapat dilakukan dalam job enrichment,yaitu menggabungkan pekerjaan (combining
task), membentuk unit kerja (forming natural unit), membangun
hubungan dengan klien (establishing client relations), memperluas
pekerjaan secara vertical (vertical loading) dan membuka saluran umpan
balik (opening feedback channels) (Hackman & Oldham dalam Suntiowangi,
2012)
a) Combining tasks berarti menggabungkan pekerjaan yang terpisah-pisah menjadi satu kesatuan modul yang lebih besar sehingga pekerjaan yang dilakukan lebih beragam atau skill variety nya meningkat. Dengan mengerjakan pekerjaan dalam modul yang lebih besar dan menyeluruh, task identity juga meningkat. Dengan mengerjakan pekerjaan dalam modul yang lebih besar dan menyeluruh, task identity juga meningkat.
b) Forming natural work units adalah membuat sekumpulan pekerja melakukan suatu pekerjaan yang terdiri dari beberapa tahap dari awal hingga akhir.
c) Establishing client relationship memberikan kesempatan pekerja untuk berhubungan langsung dengan kliennya, baik klien internal ataupun eksternal organisasi. Kesempatan ini membuka peluang untuk mendapatkan otonomi lebih dalam mengambil keputusan sekaligus peluang untuk mendapatkan umpan balik.
d) Vertical loading the job memberikan otonomi atau tanggung jawab lebih untuk pekerja.
e) Opening feedback channels berarti meningkatkan kesempatan pekerja untuk mendapatkan umpan balik atas kinerja dari pekerjaan yang dilakukannya. Umpan balik ini sifatnya lebih cepat dan personal sehingga dapat meningkatkan control pekerja atas pekerjaannya.
4. Contoh Penerapan Job Enrichment.
Perusahaan Suryana Bintang yang berada di Jakarta dan bergerak di bidang pakain dan sepatu anak berencana untuk
melebarkan pemasarannya ke kota Bandung. Maka sebagai langkah utama pihak
manajemen membentuk suatu unit tim yang bertanggung jawab untuk membuka cabang di Bandung. Unit itu terdiri dari tim planning,
desain dan produksi, serta marketing yang diketuai dan dibawah pengarahan oleh seorang manager.
Tim planning bertanggung jawab untuk mensurvei selera pasar serta konsumen yang
akan menjadi target pemasaran, hasil dari survey akan menjadi data bagi strategi yang akan diambil baik
untuk pemasaran ataupun produksi. Tim desain dan produksi menerima data yang
diterima dari dari tim planning dan bertanggung jawab untuk membuat rancangan
dan produk sesuai dengan selera pasar dan target konsumen. Bagian marketing
mencari kesempatan bagaimana bisa memasarkan produk yang dibuat sehingga dapat
diterima oleh masyarakat. Salah satu teknik pemasaran yang digunakan adalah media sosial dan mengikuti pameran dan
pagelaran yang rutin dilaksanakan di kota Bandung. Untuk mendapatkan feedback
dari konsumen maka tim marketing menggunakan cara membagikan kuisioner sebagai
tanggapan atas produk yang diluncurkan dan review dari konsumen yang membeli
produk. Review yang diminta selain informasi kualitas produk yang dihasilkan juga informasi
tentang kualitas pelayanan. Promosi lain yang dilakukan adalah bekerjasama
dengan majalah mode dan fashion yang ada dikota Bandung dengan cara meminjamkan
produk yang dihasilkan pada sesi pemotretan. Cabang di Bandung diberikan
kewenangan dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas
produk, cara pemasaran dan jam operasional. Bandung adalah kota yang sering
menjadi tujuan liburan, maka jam operasional dan manajemen toko akan
disesuaikan dengan situasi dan kondisi kota Bandung. Evaluasi dari pusat rutin dilakukan dengan jadwal satu
kali per tiap bulan. Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan maka peningkatan
kualitas dan pelayanan menjadi prioritas utama, salah satunya dengan memotivasi
karyawan dengan penobatan ‘the best employee” yang dinilai berdasarkan kinerja..
DAFTAR PUSTAKA
Sungkit, F.N, & Meiyanto, IJK,S. (2015). Pengaruh job enrichment
terhadap employee engagement melalui psychological meaningfulness
sebagai mediator. Gajah Mada Journal
of Psychology 1,61-73.
Suntiowangi, W.(2012). Rancangan job enrichment biller untuk
meningkatkan motivasi dan kinerja billing departemen xyz. Thesis.Depok
.Fakultas Psikologi UI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar