INTERNET DAN PSIKOLOGI
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, baik yang kelihatan maupun tidak. Internet adalah sebuah media komunikasi yang mengubah dasar komunikasi, hiburan, perdagangan dan gaya hidup. Internet pada saat sekarang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern. Karena sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia maka hal ini akan berpengaruh kepada tingkah laku manusia sebagai penggunanya.
Bagaimana kita akan melihat dan menganalisa hubungan diantara keduanya?
Internet dan Psikologi Sosial.
Menurut Abraham Maslow ada 5 jenis kebutuhan manusia yang tersusun secara bertingkat sesuai kebutuhan hirarki yaitu:
- Tingkat 1, kebutuhan fisik: makan, minum, tidur, seks
- Tingkat 2, kebutuhan akan keamanan.
- Tingkat 3, kebutuhan akan rasa cinta dan diterima. (sosilisasi)
- Tingkat 4, kebutuhan akan penghargaan dan memperoleh pengakuan.
- Tingkat 5, aktualisasi diri
Manusia adalah makhluk sosial, berkomunikasi dan bersosialisasi adalah salah satu kebutuhan primer selain kebutuhan fisik dan keamanan.
Internet adalah media komunikasi yang mengubah cara manusia berkomunikasi dan bersosialisasi. Proses sosialisasi yang dilakukan oleh manusia tidak hanya lewat kontak langsung tetapi dilakukan dengan media perantara. Internet bisa kategorikan sebagai media elektronik dan virtual dimana manusia bisa melalukan proses sosial, komunikasi dan kerjasama.
Berkembangnya media sosial dan chat group memungkinkan orang dengan minat yang sama, latar belakang yang berbeda menjalin komunikasi. Setiap orang bisa menyatakan pendapatnya dengan bebas dan terbuka. Komunikasi diwakili oleh tulisan, suara, gambar tanpa harus bertemu secara langsung "face to face" jarak dan tempat sudah tidak menjadi halangan. Disatu sisi hal ini menguntungkan karena komunikasi bisa dilakukan dengan mudah , tapi tidak jarang hal ini menimbulkan kesalah pahaman dan ketidaknyamana.
Tidak jarang orang lebih memilih untuk berkomunikasi dan bersosialisasi melalui media sosial internet dan menjadi apatis dengan lingkungan sekitar. Komunikasi verbal dan langsung menjadi sesuatu yang langka. Hingga ada istilah "menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh". Kita menjadi sibuk dengan teman di sosial media dan kurang peduli dengan orang- orang yang dekat dengan kita, komunikasi dengan keluarga kadang terganggu karena terlalu sibuk dengan chat disosial media, sudah bukan pemandangan yang aneh ketika anggota keluarga atau teman berkumpul bersama tetapi mereka sibuk dengan sosialmedianya masing-masing daripada berkomunikasi verbal.
Kehadiran media sosial contohnya pada saat booming face book seolah menjawab akan kebutuhan manusia untuk berbagi dan kebutuhan akan pengakuan akan dirinya. Tidak sedikit orang yang membagi momen-momen yang menjadi titik keberhasilan dalam hidupnya, lewat postingan gambar atau video, untuk menunjukkan keberhasilan yang telah dicapai dalam hidupnya.
Bahkan sosialmedia dipergunakan untuk mengubah cara pandang orang dan menghimpun kekuatan, salah satunya dibuktikan dengan keberhasilan kampanye Presiden Amerika Barrack Obama, dan kemudian trend ini diikuti oleh yang lainnya. Orang s tidak harus berkampanye langsung, sosial media menjadi alat yang ampuh untuk menghimpun massa. Sebuah pemikiran dan ide bisa disebarkan dengan cepat
Internetpun mengubah orang dalam menyalurkan semua perasaannya, baik kegembiraan, kesedihan ataupun kekecewaan. Tetapi hal ini kadang melupakan kontrol diri dan menimbulkan efek psikologis yang besar. Salah satunya kasus Florence ttg kota Yogyakarta. Ketika dia menuliskan hal yang membuat dia kecewa di sosial media tanpa konrol diri, hal ini menimbulkan keresahan di masyarakat Yogyakarta dan secara langsung terjadi efek domino sosial lainnnya, baik bagi Florence yang mendapat hujatan dan sangsi sosial dari masyarakat Yogya, maupun bagi aparat yang kesulitan untuk melihat kasus ini dengan cara yang "adil".
Ada begitu banyak contoh ketika sosial media berhasil menghimpun kekuatan, simpati dan empati, mulai dari coin untuk prita, sumbangan untuk gempa, penolakan akan undang-undang yang merugikan rakyat dan sebagainya.
Dari kejadian diatas bisa kita lihat bagaimana keberadaan dan pengembangan internet mengubah orang bersosialisasi.
Internet dan Psikologi Abnormal
Seringkah kita mendengar Internet Addiction Disorder (IAD)?, dimana seseorang menggunakan internet secara berlebihan di luar keperluan pendidikan dan pekerjaan hingga mengganggu aktivitas kehidupannya sehari-hari. Gangguan ini merusak prestasi mereka di sekolah, pekerjaan, hubungan sosial dengan orang-orang sekitarnya.
IAD semakin banyak menjangkiti anak muda dan usia produktif. Semakin meresahkan ketika dari jumlahnya semakin bertambah. Banyak orang tua yang resah dan bahkan terlambat mengetahui ketika anak-anaknya menderita IAD. Anak-anak yang ketagihan permainan game on line mereka kesulitan untuk bersosialisasi dengan lingkungannya, tingkat keagresifan yang tinggi, dan terganggunya perkembangan kognitif.
Situs-situs yang membahas tentang seks bisa diakses dengan mudah oleh siapa saja, hingga informasi itu menjadi terbuka, dengan tidak adanya aturan dan regulasi yang tepat maka hal ini akan menjadi sesuatu hal yang merugikan. Apalagi ketika situs ini diakses oleh anak-anak dan remaja yang tidak mendapat pendidikan seks dari orang tuanya. Mereka akan mudah belajar tanpa disertai bekal moral dan kontrol diri yang akan berefek secara psikologis pada perkembangan emosi, kognitif dan sosialnya.
Internet dan Ruang Konsultasi Psikologi.
Kehidupan manusia selalu diberubah, susah dan senang, sedih dan gembira. Tidak jarang ketika mengalami kesulitan dalam hidup membuat kondisi fisik dan psikis kita terganggu. Bila kita sakit secara fisik dapat dengan mudah datang ke dokter, tetapi ketika psikis yang terganggu, sering kita merasa frustasi bahkan depresi dan kesulitan untuk menyembuhkannya. Jarang orang mengakui secara langsung ketika dia mengalami frustasi dan depresi.
Di Indonesia datang dan berkonsultasi ke seorang psikolog atau psikiatri masih menjadi hal yang jarang. Kehadiran biro konsultasi yang tersedia di situs-situs internet dan tulisan - tulisan membahas kejiwaan, relationship, motivasi menjadi salah satu solusi. Sering kita menganalisa diri sendiri dan mencoba menghubungkannya dengan teori-teori dan masalah yang dibahas. Konsultasi secara online kadang dilakukan tanpa kita menyelidiki latar belakang konsultan"jiwa".
Internet memberikan berbagai kemudahan dalam mengakses semua informasi, perlu kebijakan dan kontrol diri bagi setiap pemakainya hingga efek yang ditimbulkan bukanlah hal yang dapat merusak jiwa tetapi justru membuat jiwa kita berkembang dengan baik hingga mengasah intelektual dan menghangatkan komunikasi dan sosialisasi.
thanks infonya kak. nambah ilmu pengetahuan aku ttg internet dan psikologi ^^
BalasHapusInfonya sangat menarik sekali, tulisannya mudah dipahami, dan tentunya menambah wawasan terutama untuk anak-anak muda dan saya setuju bahwasannya memang diperlukan kontrol diri ketika kita mengakses dunia internet.
BalasHapusInformasinya sangat bermanfaat :))
BalasHapusMakasi informasinya, bagus ya kak lebih banyak dari tugas saya hihi :p
BalasHapusinformasinya bermanfaat sekali, ditunggu postingan selanjutnya ya kak
BalasHapusnice post ka, nambah wawasan baru tentang korelasi antara internet dan psikologi :)
BalasHapuswawasan baru korelasi antara gue dan lu yo hahahahahahah
Hapuskontrol penuh harus dilakukan kepada anak-anak dalam penggunaan internet :D
BalasHapuskak gemmm suka deh sama tulisannya, mudah dimengerti banget yeayy<3
BalasHapus