KECANDUAN INTERNET DAN PENANGGULANGANNYA

www. aelovebel.com
Sebelum
tahun 1990, Internet seluruhnya adalah teks, tidak ada grafik, gambar atau
warna. Munculnya World Wide Web pada tahun 1989 dan browser pada tahun 1993
mengubah Internet secara total. World Wide Web diakui sebagai sebuah jalan
untuk membuat pengguna Internet menjadi lebih mudah dan memungkinkan pemakai
untuk mendengarkan suara, melihat warna, representasi, video dan garafik dari
informasi. Terlebih lagi World Wide Web menyediakan link (hubungan) ke
informasi dengan menggunakan teks dan grafik yang ditempelkan pada dokumen
untuk menuju ke web site lain.
Orang
menggunakan internet tanpa harus mengetahui perintah komputer rahasia, tidak
ada pesan di bawah layar yang berisi baris perintah, ditambah lagi, kemampuan
multimedia berupa suara, gambar hidup dan grafik menciptakan sebuah media
hiburan dan iklan. Kemudahan dan kemampuan Internet tersebut membuat
penggunaanya dalam kehidupan manusia di
10 tahun terakhir meningkat tajam.
Pengguna Internet di
Indonesia

www.iptek.info
Data
yang disampaikan oleh International
Telecommunication Union (ITU) dalam laporan terbarunya, hingga akhir tahun
2014 nanti, jumlah pengguna internet di seluruh dunia diprediksi akan mencapai
3 miliar. Dua pertiganya berasal dari penduduk di negara-negara berkembang.
Sebagai
perbandingan, hingga akhir 2014 nanti, tiga dari empat penduduk Eropa akan
menggunakan internet, sementara di Amerika perbandingannya menjadi dua
berbanding tiga, di Asia adalah satu berbanding tiga. Sementara di Afrika,
perbandingannya baru 1 berbanding lima
.
Kementerian
Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan, pengguna internet di
Indonesia hingga saat ini telah mencapai 82 juta orang. Dengan capaian
tersebut, Indonesia berada pada peringkat ke-8 di dunia. Dari jumlah pengguna
internet tersebut, 80 persen di antaranya adalah remaja berusia 15-19 tahun.
Untuk pengguna facebook, Indonesia di peringkat ke-4 besar dunia.
Perusahaan
riset pemasaran bernama Markplus Insight dan majalah online Marketeers
memperlihatkan hasil survey terbaru mereka mengenai tingkah laku pengguna
Internet di Indonesia.
Survey
ini mengungkap bahwa tahun ini terdapat 74,6 pengguna internet di Indonesia,
naik 22 persen dari tahun lalu yang jumlahnya 61,1 juta. Angka ini akan
melampaui 100 juta di tahun 2015.
Studi ini juga menghitung penetrasi
“masyarakat internet”, di mana masyarakat internet di sini diartikan sebagai
seseorang yang menghabiskan waktu paling tidak tiga jam untuk online tiap
harinya. Indonesia sekarang punya 31,7 orang masyarakat internet, naik dari
24,2 juta tahun lalu, dan berarti penetrasinya juga naik sebesar tiga persen.
Hampir
separuh masyarakat internet di Indonesia berusia di bawah 30 tahun, sementara
16,7 persennya berusia di atas 45 tahun. Kebanyakan masyarakat internet
mengakses dunia online melalui smartphone (86 persen) dan menghabiskan Rp
50.000 dan Rp 100.000 tiap bulannya untuk mengakses internet.
Survey
ini mengungkap perpindahan yang signifikan dari media tradisional ke dunia
maya. Hanya 55,3 persen dari masyarakat internet yang pernah membaca koran
cetak enam bulan terakhir ini. 98 persen responden pernah mengakses TV dan
internet dalam enam bulan terakhir, tapi untuk sumber informasi utama, internet
lebih unggul.
Untuk
informasi yang paling sering dicari di internet, masyarakat internet Indonesia
kebanyakan mencari berita (54,2 persen), hiburan (16,3 persen), film (10,2
persen), olahraga (8,7 persen), dan musik (8,5 persen). Sisanya antara lain
berita politik (7,4 persen), sinetron (6 persen), berita seleb (5,5 persen),
gosip (5,2 persen), dan konten pendidikan (5 persen).
Mayoritas Pengguna Internet di Indonesia Mengalami Kecanduan Internet
Mayoritas Pengguna Internet di Indonesia Mengalami Kecanduan Internet
Penelitian
yang diadakan oleh Kementerian Informasi dan Informatika (Kominfo), UNICEF dan
Harvard University ini mengambil sampel 400 remaja berumur 10-19 tahun yang
tersebar di 11 provinsi Indonesia. Hasilnya ternyata sungguh mengejutkan,
hampir 80 % remaja Indonesia kecanduan internet
Hal ini terlihat cukup mengkhawatirkan mengingat sebagian besar anak muda menggunakan internet untuk hal-hal yang tidak semestinya. Tercatat 24 persen mengaku untuk berhubungan dengan orang yang tidak dikenal, 13 persen korban cyberbullying dan 14 persen mengakses konten pornografi.
Dr
Michael Davie merupakan Direktur Klinis pada Asosiasi Klinik Hobart, ia
mengatakan kecanduan internet tidak berbeda dengan masalah ketergantungan,
kecanduan internet bisa memicu maslah kesehatan mendasar lainnya.
"Kuncinya adalah ketika kebiasaan itu mulai mempengaruhi hubungan personal
dan juga pekerjaan maka Anda akan mulai kehilangan kesempatan lain.”
Menurut
Dr Davie permainan game online lebih memicu ketergantungan dibandingkan dengan
media sosial. Permainan online itu pada awalnya gratis tetapi kemudian menjadi
berbayar ketika kita ingin melanjutkan pada tingkat premium mereka, daya tarik
yang lain adalah permainannya sederhana tetapi warna-warnanya mencolok dan
dituntut untuk dimainkan secara berkelompok sehingga orang susah untuk berhenti
dari permainan tersebut.
Pengertian Istilah Kecanduan
Internet ( Internet Addiction )
Istilah
kecanduan internet atau internet addiction
memperoleh tanggapan yang serius setelah pada tahun 1996 istilah tersebut
dimunculkan oleh Kimberly Young (Young 1999). Istilah addiction diterjemahkan dengan kecanduan, menunjukkan suatu keadaan
dimana seseorang mengalami ketergantungan pada candu. Penggunaan istilah
kecanduan dalam bahasa Indonesia memiliki kesamaan dengan konsep addiction yang digunakan dalam bidang
psikiatri yang lebih dikenal dengan Diagnostic
and Statistical Manual of Mental Disorder atau DSM-IV (American Psychiatric Association 1995). Addiction berkaitan dengan ketergantungan seseorang terhadap zat
yang merugikan tubuh.
Davis
(2001) memaknai kecanduan (addiction)
sebagai bentuk ketergantungan secara psikologis antara seseorang dengan suatu
stimulus, yang biasanya tidak selalu berupa suatu benda atau zat.
Para
ahli psikologi menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk menyebut fenomena
ini . Young (1999) menyebutnya internet
addiction,Grohol (1999) menyebutnya internet
addiction disorder, Suller (1996) menyebutnya Cyberspace Addiction. Walaupun istilah yang dipakai berbeda tetapi
mereka memakai acuan yang sama , mereka bersandar pada definisi “behavioral addiction” . Adanya hubungan
paralel antara kecanduan internet dengan kecanduan-kecanduan lain yang tidak
mengikutsertakan masuknya suatu zat-zat kedalanm tubuh seperti workaholic dan berjudi.
Kecanduan
internet disimpulkan sebagai psychological
disorder yang relative baru, dapat disim[ulkan sebai keinginan kuat atau
ketrgantungan secara psikologis terhadap internet.
Kategori Kecanduan Internet
(Internet Addiction) Menurut Para
Ahli
Mengenali
gejala kecanduan internet memang terkadang sulit dilakukan, terutama dalam
kasus kecanduan pornografi online dan judi di internet yang
cenderung dilakukan di ruang pribadi.
Babington
dkk (2002) mengkategorikan kecanduan (addiction)
dalam 3 kategori yaitu:
1. Sehat,
keasyikan dengan hobi serta keinginan untuk menghabiskan banyak waktu untuk
beraktivitas dalam rangka belajar, berkreativitas, dan mengekspresikan diri.
2. Kecanduan
tidak sehat (unhealthy)
3. Kecanduan
yang merupakan kombinasi keduanya
Pratarelli
dkk(1999) membagi penggunaan internet kedalam 4 model:
· Model pertama, gangguan perilaku berupa penggunaan internet secara berlebihan, model pertama ini biasa disebut pencandu internet
· Model kedua, penggunaan internet secara
fungsional, produktif dan bermakna.
· Model ketiga, penggunaan internet untuk
kepuasan seksual atau mendapatkankeuntungan, pada model ketiga ini biasanya
orang yang pemalu atau introvert
menggunakan internet untuk bersosialisasi atau mengekspresikan fantasinya.
·
Model keempat adalah individu yang tidak atau
hanya sedikit tertarik pada internet
Young(1996)
membagi kecanduan internet kedalam loma kategori Yaitu:
1. Cybersexual Addiction, yaitu
seseorang yang melakukan penelusuran dalam situs-situs porno atau cybersex secara kompulsif
2. Cyber-relationship
addiction, yaitu seseorang yang hanyut dalam pertemanan
melalui dunia cyber.
3. Net
compulsion, yaitu seseorang yang terobsesi pada
situs-situs perdagangan (cyber shopping atau
day trading) atau perjudian (cyber casino).
4. Information
overload, yaitu seseorang yang menelusuri situs-situs informasi
secara kompulsif.
5.
Computer
Addiction, yaitu seseorang yang terobsesi pada permainan-permainan
online
Davis
(2001) menyebutkan beberapa fasilitas internet yang dapat memicu terjadinya
kecanduan. Fasilitas tersebut adalah: online
sex, online casino(perjudian) ,
online stock trading(bursa efek), dan
online auctions(lelang).
Davis
(2001) menyebutkan dua jenis kecanduan internet yaitu:
· Kecanduan internet spesifik, untuk
menggambarkan seseorang yang kecanduan hanya pada satu fasilitas yang
ditawarkan oleh internet
· Kecanduan internet umum, untuk menggambarkan
seseorang yang kecanduan semua fasilitas yang ditawarkan oleh internet.
Kriteria Menurut Para Ahli
untuk Mendeteksi Kecanduan Internet
Young
(1996 dan 1999) menyebutkan beberapa kriterium berdasar pada kriterium‐kriterium kecanduan berjudi
(pathological gambling),yang digunakan untuk membedakan antara orang
yang kecanduan padainternet dan yang tidak sampaikecanduan. Kriteria tersebut
adalah :
- Merasa keasyikan dengan internet.
- Perlu tambahan waktu dalam mencapai kepuasan sewaktu mengunakan internet
- Tidak mampu mengintrol, mengurangi, atau menghentikan penggunaan internet.
- Merasa gelisah, murung, depresi, atau lekas marah ketika berusaha mengurangi atau menghentikan penggunaan internet.
- Mengakses internet lebih lama dari yang diharapkan.
- Kehilangan orang-orang terdekat, pekerjaan, kesempatan pendidikan atau karier gara-gara penggunaan internet.
- Membohongi keluarga, terapis, atau orang-orang terdekat, untuk menyembunyikan keterlibatan lebih lanjut dengan internet.
- Menggunakan internet sebagai jalan keluar masalah atau menghilangkan perasaan seperti keadaan tidak berdaya, rasa bersalah, kegelisahan atau depresi.
Babington
dkk(2002) menggolongkan gejala-gejala pada orang kecanduan internet menjadi dua
golongan:
· Gejala Fisik, berkurangnya perhatian pada
kebutuhan-kebutuhan pribadi dan kesehatan, masalah neuromuscular, akibat penggunaan komputer yang berlebihan,
berkurangnya waktu tidur, berubahnya pola makan, sulit berkonsentrasi, gangguan
pada mata dan tulang belakang dan agitasi psikometrik.
· Gejala Psikologis dan sosial termasuk
didalamnya penggunaan komputer secara kompulsif dalam waktu penggunaanya,
mengalami eurofia saat sedang online, ketidakmampuan untuk mengontrol
perilaku seperti tidak dapat berhenti atau mematikan komputer bila sudah online, walaupun mencoba untuk
menghentikannya, menyangkal bial dirinya kecanduan walaupun gejalanya sudah
jelas, menerik diri dari pergaulan, merasa cemas dan depresi bila jauh dari
komputer dalam jangka waktu tertentu, mendapat masalah dengan keluarga ,
pekerjaan dan teman-teman.
CARA MENGATASI KECANDUAN
INTERNET (INTERNET ADDICTION)
Menurut
Dr Davie, sampai umur 25 tahun jaringan
di otak manusia belum sepenuhnya tersambung sehingga tidak mampu membuat
penilai yang lebih tinggi sampai pada usia tersebut, adapun bila kecanduan
internet terjadi pada orang yang masih muda maka kewajiban orangtua lah untuk
membatasi penggunaan internet dan permainan game online, namun masalahnya pada
saat sekarang banyak orangtua yang tidak mempunyai cukup waktu untuk mengontrol
kegiatan anaknya dan pengetahuan serta keterampilan mereka dalam menggunakan internet
jauh ketinggalan dibandingkan anak-anak mereka. Meski sudah dilakukan
pembatasan tetapi anak-anak masih bisa mendapatkan akses internet.
Ketergantungan Internet juga dapat mengubah otak
manusia sama seperti kasus ketergantungan yang lain. Oleh karena itu menurut Dr
Davie penangannya bisa jadi juga serupa pendekatannya dengan pengobatan kasus
ketergantungan yang lain. Cara utama membantu orang mengatasi ketergantungan internet biasanya
dengan membawanya ke rumah sakit menyerahkan laptop dan ponselnya dan melakukan
detoksifikasi, dan bisa membuat mereka sangat resah.
Pemerintah Indonesia berusaha mengatasi kecanduan internet ini dengan memperkenalkan program Membangun Budaya Internet Sehat dan Aman (INSAN)
Pemerintah Indonesia berusaha mengatasi kecanduan internet ini dengan memperkenalkan program Membangun Budaya Internet Sehat dan Aman (INSAN)
Cara
lain untuk mengatasi masalah kecanduan internet (dikutip dari LA Times)
Cari
tahu masalahnya.
Jika internet sebagai pelarian dari masalah
depresi, gelisah atau maslah dalam hubungan , bukan internet pelariannya.
Memanfaatkan internet sebagai tempat pelarian hanya akan membuat semakin
kecanduan internet. Psikoterapi menjadi alternative solusinya belajar keahlian
bagaimana memanajemen sters dengan baik.
Kenali
Pemicunya
Cari tahu pemicunya apakah bosan, stress atau
kesepian, bila itu menjadi penyebabnya maka cari alternative cara untuk
mengatasi perasaan tersebut misalnya dengan berjalan-jalan bersama teman.
Kurangi
sedikit demi sedikit kebiasaan berlama-lama di internet
Mengurangi durasi waktu penggunaan internet, yang
biasanya 10 jam sehari coba dikurangi menjadi 5 jam, kemudin 2 jam, sisanya untuk
melakukan kegiatan lain seperti berolahraga, rekreasi, berkumpul bersama
keluarga dan kegiatan sosial.
Buatlah
jadwal
Cobalah buat jadwal kapan boleh menghabiskan
waktu untuk menggunakan internet dan kapan tidak boleh diganggu gugat dan
cobalah unuk dipatuhi.
Ubahlah
pola kebiasaan online
Salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan
internet adalah dengan mengubah pola kebiasaan internet. Mengurangi menonton
film online, menelpon langsung, berbelanja langsung ke took-toko nyata
Atur
ulang jadwal rutinitas
Jika biasa memeriksa e-mail pada pagi hari setelah bangun
tidur cobalah diperiksa setelah sarapan , tidak ada salahnya meluangkan waktu
lebih banyak dengan keluarga dan sahabat untuk mempererat hubungan.
Internet menjadi dua mata pisau bagi kehidupan kita tergantung kontrol diri dari masing-masing individu, bagaimana kita menggunakannya dengan bijak dan tepat.
Sumber :
Internet menjadi dua mata pisau bagi kehidupan kita tergantung kontrol diri dari masing-masing individu, bagaimana kita menggunakannya dengan bijak dan tepat.
Sumber :
- www.kominfo.go.id. Pengguna Internet Indonesia, diiakses 25 Oktober 2014 jam 19.20 WIB.
- Anonim (19 Feb 2014) www.wowkeren.kom/80% Remaja Indonesia Kecanduan Internet, diiakses 25 Oktober 2014 jam 20.00 WIB.
- Trisno Heriyanto (30 Mei 2014). www.detiknet.com / Soal Kecanduan Internet Indonesia Juara, diiakses 25 Oktober 2014 jam 19.00 WIB.
- Anonim (23 Oktober 2014) www. republika.co.id / Kecanduan Internet dapat Memicu Gangguan Kesehatan, diakses 25 Oktober 2014 jam 19.15 WIB.
- Reska K Nistanto (8 Mei 2014) www. kompas.com / Tahun ini Pengguna Internet mencapai 3 Milyar Orang, diiakses 25 Oktober 2014 jam 19.30 WIB.
- Enricko Lukman (31 Oktober 2013). www../id.techinasia.com / Laporan inilah yang dilakukan 74,6 juta Pengguna Internet di Indonesia ketika Online, diiakses 25 Oktober 2014 jam 19.45 WIB.
- Yasser Paragian (12 Desember 2013). www./id.techinasia.com / Mayoritas Masyarakat Indonesia Akses Internet Lewat Perangkat Mobile, diakses 25 Oktober 2014 jam 19.50.WIB.
- Helly P.Soetjipto (2005). Pengujian Validitas Konstruk Kriteria Kecanduan Internet. http. jurnal.psikologi.ugm.ac.id, diakses 25 Oktober 2014 jam 16.00 WIB.
Lengkap banget informasinya, great job ka gems :) see yaa di postingan berikutnya
BalasHapusAda beberapa kesalahan dalam pengetikan namun secara keseluruhan informasinya lengkap dan menarik. Ditunggu postingan selanjutnya :)
BalasHapusLengkap sekali informasinya, bagus ka gemi :)
BalasHapuscomplete...nice post ka gems :))
BalasHapusreferensinya banyak.. pasti ka gemi suka baca :D :D
BalasHapusinformasinya lengkap sekali kak, ditunggu postingan selanjutnya ya kak :D
BalasHapusternyata Indonesia jg termasuk negara yg wrga negaranya byk kecanduan internet yaaaah :o sumbernya lengkap pastinya akurat, info nya sangaaat bermanfaat
BalasHapuswahhh lengkap banget kak gem artikelnyaa. good job<3
BalasHapusinformasinya lengkap sekali kak gemiii ;;)
BalasHapusLengkap dan jelas banget. Nice posting kak! :D
BalasHapussemakin kesini semakin bayang saja orang yang ketergantungan terhadap internet. dalam tulisan diatas terdapat kalimat "perpindahan yang signifikan dari media tradisional ke dunia maya", sama halnya seperti kecanduan narkotika, kecanduan internet juga bisa berbahaya ketika seseorang sudah tidak bisa lag membedakan antara realita dan imajinasi, antara dunia nyata dengan dunia maya. jadi bijaklah dalam menggunakan internet :)
BalasHapusinformasi dari kakak gemi lengkap sekali, sehingga memberikan pengetahuan baru tentang dampak penggunaan internet serta cara menanggulangi bagi yang kecanduan internet. ditunggu yaa kak gemi postingan2 selanjutnya ;D
BalasHapusJust realize kalau Kecanduan Internet telah menjadi 'penyakit akut' di Indonesia. Kerja bagus dari penulis, saya sebagai pembaca mendapat wawasan baru. Terimakasih.
BalasHapusWaw haha . Good Job :D thanks kak . Infony lengkap bner
BalasHapusterimakasih kak gemi informasinya menambah wawasan, awesome;)
BalasHapusReferensinya banyak :D nice post ka gem.. lengkap sekalii isinyaa, terimakasih sudah berbagi:D
BalasHapus