Minggu, 26 Oktober 2014

Kecanduan Internet dan Penanggulangannya



KECANDUAN INTERNET DAN PENANGGULANGANNYA






www. aelovebel.com

Sebelum tahun 1990, Internet seluruhnya adalah teks, tidak ada grafik, gambar atau warna. Munculnya World Wide Web pada tahun 1989 dan browser pada tahun 1993 mengubah Internet secara total. World Wide Web diakui sebagai sebuah jalan untuk membuat pengguna Internet menjadi lebih mudah dan memungkinkan pemakai untuk mendengarkan suara, melihat warna, representasi, video dan garafik dari informasi. Terlebih lagi World Wide Web menyediakan link (hubungan) ke informasi dengan menggunakan teks dan grafik yang ditempelkan pada dokumen untuk menuju ke web site lain.

Orang menggunakan internet tanpa harus mengetahui perintah komputer rahasia, tidak ada pesan di bawah layar yang berisi baris perintah, ditambah lagi, kemampuan multimedia berupa suara, gambar hidup dan grafik menciptakan sebuah media hiburan dan iklan. Kemudahan dan kemampuan Internet tersebut membuat penggunaanya  dalam kehidupan manusia di 10 tahun terakhir meningkat tajam. 

Pengguna Internet di Indonesia



www.iptek.info

Data yang disampaikan oleh International Telecommunication Union (ITU) dalam laporan terbarunya, hingga akhir tahun 2014 nanti, jumlah pengguna internet di seluruh dunia diprediksi akan mencapai 3 miliar. Dua pertiganya berasal dari penduduk di negara-negara berkembang. 

Sebagai perbandingan, hingga akhir 2014 nanti, tiga dari empat penduduk Eropa akan menggunakan internet, sementara di Amerika perbandingannya menjadi dua berbanding tiga, di Asia adalah satu berbanding tiga. Sementara di Afrika, perbandingannya baru 1 berbanding lima
.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan, pengguna internet di Indonesia hingga saat ini telah mencapai 82 juta orang. Dengan capaian tersebut, Indonesia berada pada peringkat ke-8 di dunia. Dari jumlah pengguna internet tersebut, 80 persen di antaranya adalah remaja berusia 15-19 tahun. Untuk pengguna facebook, Indonesia di peringkat ke-4 besar dunia.

Perusahaan riset pemasaran bernama Markplus Insight dan majalah online Marketeers memperlihatkan hasil survey terbaru mereka mengenai tingkah laku pengguna Internet di Indonesia.

Survey ini mengungkap bahwa tahun ini terdapat 74,6 pengguna internet di Indonesia, naik 22 persen dari tahun lalu yang jumlahnya 61,1 juta. Angka ini akan melampaui 100 juta di tahun 2015.

Studi ini juga menghitung penetrasi “masyarakat internet”, di mana masyarakat internet di sini diartikan sebagai seseorang yang menghabiskan waktu paling tidak tiga jam untuk online tiap harinya. Indonesia sekarang punya 31,7 orang masyarakat internet, naik dari 24,2 juta tahun lalu, dan berarti penetrasinya juga naik sebesar tiga persen.

Hampir separuh masyarakat internet di Indonesia berusia di bawah 30 tahun, sementara 16,7 persennya berusia di atas 45 tahun. Kebanyakan masyarakat internet mengakses dunia online melalui smartphone (86 persen) dan menghabiskan Rp 50.000 dan Rp 100.000 tiap bulannya untuk mengakses internet.

Survey ini mengungkap perpindahan yang signifikan dari media tradisional ke dunia maya. Hanya 55,3 persen dari masyarakat internet yang pernah membaca koran cetak enam bulan terakhir ini. 98 persen responden pernah mengakses TV dan internet dalam enam bulan terakhir, tapi untuk sumber informasi utama, internet lebih unggul.

Untuk informasi yang paling sering dicari di internet, masyarakat internet Indonesia kebanyakan mencari berita (54,2 persen), hiburan (16,3 persen), film (10,2 persen), olahraga (8,7 persen), dan musik (8,5 persen). Sisanya antara lain berita politik (7,4 persen), sinetron (6 persen), berita seleb (5,5 persen), gosip (5,2 persen), dan konten pendidikan (5 persen).

Mayoritas Pengguna Internet di Indonesia Mengalami Kecanduan Internet

Penelitian yang diadakan oleh Kementerian Informasi dan Informatika (Kominfo), UNICEF dan Harvard University ini mengambil sampel 400 remaja berumur 10-19 tahun yang tersebar di 11 provinsi Indonesia. Hasilnya ternyata sungguh mengejutkan, hampir 80 % remaja Indonesia kecanduan internet

Hal ini terlihat cukup mengkhawatirkan mengingat sebagian besar anak muda menggunakan internet untuk hal-hal yang tidak semestinya. Tercatat 24 persen mengaku untuk berhubungan dengan orang yang tidak dikenal, 13 persen korban cyberbullying dan 14 persen mengakses konten pornografi.

Dr Michael Davie merupakan Direktur Klinis pada Asosiasi Klinik Hobart, ia mengatakan kecanduan internet tidak berbeda dengan masalah ketergantungan, kecanduan internet bisa memicu maslah kesehatan mendasar lainnya. "Kuncinya adalah ketika kebiasaan itu mulai mempengaruhi hubungan personal dan juga pekerjaan maka Anda akan mulai kehilangan kesempatan lain.”

Menurut Dr Davie permainan game online lebih memicu ketergantungan dibandingkan dengan media sosial. Permainan online itu pada awalnya gratis tetapi kemudian menjadi berbayar ketika kita ingin melanjutkan pada tingkat premium mereka, daya tarik yang lain adalah permainannya sederhana tetapi warna-warnanya mencolok dan dituntut untuk dimainkan secara berkelompok sehingga orang susah untuk berhenti dari permainan tersebut.

Pengertian Istilah Kecanduan Internet ( Internet Addiction )

Istilah kecanduan internet atau internet addiction memperoleh tanggapan yang serius setelah pada tahun 1996 istilah tersebut dimunculkan oleh Kimberly Young (Young 1999). Istilah addiction diterjemahkan dengan kecanduan, menunjukkan suatu keadaan dimana seseorang mengalami ketergantungan pada candu. Penggunaan istilah kecanduan dalam bahasa Indonesia memiliki kesamaan dengan konsep addiction yang digunakan dalam bidang psikiatri yang lebih dikenal dengan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder atau DSM-IV (American Psychiatric Association 1995). Addiction berkaitan dengan ketergantungan seseorang terhadap zat yang merugikan tubuh.

Davis (2001) memaknai kecanduan (addiction) sebagai bentuk ketergantungan secara psikologis antara seseorang dengan suatu stimulus, yang biasanya tidak selalu berupa suatu benda atau zat.

Para ahli psikologi menggunakan istilah yang berbeda-beda untuk menyebut fenomena ini . Young (1999) menyebutnya internet addiction,Grohol (1999) menyebutnya internet addiction disorder, Suller (1996) menyebutnya Cyberspace Addiction. Walaupun istilah yang dipakai berbeda tetapi mereka memakai acuan yang sama , mereka bersandar pada definisi “behavioral addiction” . Adanya hubungan paralel antara kecanduan internet dengan kecanduan-kecanduan lain yang tidak mengikutsertakan masuknya suatu zat-zat kedalanm tubuh seperti workaholic dan berjudi.
Kecanduan internet disimpulkan sebagai psychological disorder yang relative baru, dapat disim[ulkan sebai keinginan kuat atau ketrgantungan secara psikologis terhadap internet.


Kategori Kecanduan Internet (Internet Addiction) Menurut Para Ahli

Mengenali gejala kecanduan internet memang terkadang sulit dilakukan, terutama dalam kasus kecanduan pornografi online dan judi di internet yang cenderung dilakukan di ruang pribadi.

Babington dkk (2002) mengkategorikan kecanduan (addiction) dalam 3 kategori yaitu:
1.    Sehat, keasyikan dengan hobi serta keinginan untuk menghabiskan banyak waktu untuk beraktivitas dalam rangka belajar, berkreativitas, dan mengekspresikan diri.
2.    Kecanduan tidak sehat (unhealthy)
3.    Kecanduan yang merupakan kombinasi keduanya

Pratarelli dkk(1999) membagi penggunaan internet kedalam 4 model:
·   Model pertama, gangguan perilaku berupa penggunaan internet secara berlebihan,   model pertama ini biasa disebut pencandu internet
·       Model kedua, penggunaan internet secara fungsional, produktif dan bermakna.
· Model ketiga, penggunaan internet untuk kepuasan seksual atau mendapatkankeuntungan, pada model ketiga ini biasanya orang yang pemalu atau introvert menggunakan internet untuk bersosialisasi atau mengekspresikan fantasinya.
·         Model keempat adalah individu yang tidak atau hanya sedikit tertarik pada internet

Young(1996) membagi kecanduan internet kedalam loma kategori Yaitu:
1.   Cybersexual Addiction, yaitu seseorang yang melakukan penelusuran dalam situs-situs porno atau cybersex secara kompulsif
2.   Cyber-relationship addiction, yaitu seseorang yang hanyut dalam pertemanan melalui dunia cyber.
3.   Net compulsion, yaitu seseorang yang terobsesi pada situs-situs perdagangan (cyber shopping atau day trading) atau perjudian (cyber casino).
4.  Information overload, yaitu seseorang yang menelusuri situs-situs informasi secara kompulsif.
5.    Computer Addiction, yaitu seseorang yang terobsesi pada permainan-permainan online

Davis (2001) menyebutkan beberapa fasilitas internet yang dapat memicu terjadinya kecanduan. Fasilitas tersebut adalah: online sex, online casino(perjudian) , online stock trading(bursa efek), dan online auctions(lelang).
Davis (2001) menyebutkan dua jenis kecanduan internet yaitu:
·      Kecanduan internet spesifik, untuk menggambarkan seseorang yang kecanduan hanya pada satu fasilitas yang ditawarkan oleh internet
·     Kecanduan internet umum, untuk menggambarkan seseorang yang kecanduan semua fasilitas yang ditawarkan oleh internet.

Kriteria Menurut Para Ahli untuk Mendeteksi Kecanduan Internet

Young (1996 dan 1999) menyebutkan beberapa kriterium berdasar pada kriteriumkriterium kecanduan berjudi (pathological gambling),yang digunakan untuk membedakan antara orang yang kecanduan padainternet dan yang tidak sampaikecanduan. Kriteria tersebut adalah :

  • Merasa keasyikan dengan internet.
  • Perlu tambahan waktu dalam mencapai kepuasan sewaktu mengunakan internet
  • Tidak mampu mengintrol, mengurangi, atau menghentikan penggunaan internet.
  • Merasa gelisah, murung, depresi, atau lekas marah ketika berusaha mengurangi atau menghentikan penggunaan internet.
  • Mengakses internet lebih lama dari yang diharapkan.
  • Kehilangan orang-orang terdekat, pekerjaan, kesempatan pendidikan atau karier gara-gara penggunaan internet.
  • Membohongi keluarga, terapis, atau orang-orang terdekat, untuk menyembunyikan keterlibatan lebih lanjut dengan internet.
  • Menggunakan internet sebagai jalan keluar masalah atau menghilangkan perasaan seperti keadaan tidak berdaya, rasa bersalah, kegelisahan atau depresi.


Babington dkk(2002) menggolongkan gejala-gejala pada orang kecanduan internet menjadi dua golongan:

·     Gejala Fisik, berkurangnya perhatian pada kebutuhan-kebutuhan pribadi dan kesehatan, masalah neuromuscular, akibat penggunaan komputer yang berlebihan, berkurangnya waktu tidur, berubahnya pola makan, sulit berkonsentrasi, gangguan pada mata dan tulang belakang dan agitasi psikometrik.
·  Gejala Psikologis dan sosial termasuk didalamnya penggunaan komputer secara kompulsif dalam waktu penggunaanya, mengalami eurofia saat sedang online, ketidakmampuan untuk mengontrol perilaku seperti tidak dapat berhenti atau mematikan komputer bila sudah online, walaupun mencoba untuk menghentikannya, menyangkal bial dirinya kecanduan walaupun gejalanya sudah jelas, menerik diri dari pergaulan, merasa cemas dan depresi bila jauh dari komputer dalam jangka waktu tertentu, mendapat masalah dengan keluarga , pekerjaan dan teman-teman.


CARA MENGATASI KECANDUAN INTERNET (INTERNET ADDICTION)

Menurut Dr Davie, sampai umur 25 tahun  jaringan di otak manusia belum sepenuhnya tersambung sehingga tidak mampu membuat penilai yang lebih tinggi sampai pada usia tersebut, adapun bila kecanduan internet terjadi pada orang yang masih muda maka kewajiban orangtua lah untuk membatasi penggunaan internet dan permainan game online, namun masalahnya pada saat sekarang banyak orangtua yang tidak mempunyai cukup waktu untuk mengontrol kegiatan anaknya dan pengetahuan serta keterampilan mereka dalam menggunakan internet jauh ketinggalan dibandingkan anak-anak mereka. Meski sudah dilakukan pembatasan tetapi anak-anak masih bisa mendapatkan akses internet.

Ketergantungan Internet juga dapat mengubah otak manusia sama seperti kasus ketergantungan yang lain. Oleh karena itu menurut Dr Davie penangannya bisa jadi juga serupa pendekatannya dengan pengobatan kasus ketergantungan yang lain. Cara utama membantu orang  mengatasi ketergantungan internet biasanya dengan membawanya ke rumah sakit menyerahkan laptop dan ponselnya dan melakukan detoksifikasi, dan bisa membuat mereka sangat resah.

Pemerintah Indonesia berusaha mengatasi kecanduan internet ini dengan memperkenalkan program Membangun Budaya Internet Sehat dan Aman (INSAN)

Cara lain untuk mengatasi masalah kecanduan internet (dikutip dari LA Times)

Cari tahu masalahnya.
Jika internet sebagai pelarian dari masalah depresi, gelisah atau maslah dalam hubungan , bukan internet pelariannya. Memanfaatkan internet sebagai tempat pelarian hanya akan membuat semakin kecanduan internet. Psikoterapi menjadi alternative solusinya belajar keahlian bagaimana memanajemen sters dengan baik.

Kenali Pemicunya
Cari tahu pemicunya apakah bosan, stress atau kesepian, bila itu menjadi penyebabnya maka cari alternative cara untuk mengatasi perasaan tersebut misalnya dengan berjalan-jalan bersama teman.

Kurangi sedikit demi sedikit kebiasaan berlama-lama di internet
Mengurangi durasi waktu penggunaan internet, yang biasanya 10 jam sehari coba dikurangi menjadi 5 jam, kemudin 2 jam, sisanya untuk melakukan kegiatan lain seperti berolahraga, rekreasi, berkumpul bersama keluarga dan kegiatan sosial.

Buatlah jadwal
Cobalah buat jadwal kapan boleh menghabiskan waktu untuk menggunakan internet dan kapan tidak boleh diganggu gugat dan cobalah unuk dipatuhi.

Ubahlah pola kebiasaan online
Salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan internet adalah dengan mengubah pola kebiasaan internet. Mengurangi menonton film online, menelpon langsung, berbelanja langsung ke took-toko nyata

Atur ulang jadwal rutinitas
Jika biasa  memeriksa e-mail pada pagi hari setelah bangun tidur cobalah diperiksa setelah sarapan , tidak ada salahnya meluangkan waktu lebih banyak dengan keluarga dan sahabat untuk mempererat hubungan.

Internet menjadi dua mata pisau bagi kehidupan kita tergantung kontrol diri dari masing-masing individu, bagaimana kita menggunakannya dengan bijak dan tepat.




Sumber :

  1. www.kominfo.go.id. Pengguna Internet Indonesia, diiakses 25 Oktober 2014 jam 19.20 WIB.
  2. Anonim (19 Feb 2014) www.wowkeren.kom/80% Remaja Indonesia Kecanduan Internet, diiakses 25 Oktober 2014 jam 20.00 WIB.
  3. Trisno Heriyanto (30 Mei 2014). www.detiknet.com / Soal Kecanduan Internet Indonesia Juara, diiakses 25 Oktober 2014 jam 19.00 WIB.
  4. Anonim (23 Oktober 2014) www. republika.co.id / Kecanduan Internet dapat Memicu Gangguan Kesehatan, diakses 25 Oktober 2014 jam 19.15 WIB.
  5. Reska K Nistanto (8 Mei 2014) www. kompas.com / Tahun ini Pengguna Internet mencapai 3 Milyar Orang, diiakses 25 Oktober 2014 jam 19.30 WIB.
  6. Enricko Lukman (31 Oktober 2013). www../id.techinasia.com / Laporan inilah yang dilakukan 74,6 juta Pengguna Internet di Indonesia ketika Online, diiakses 25 Oktober 2014 jam 19.45 WIB.
  7. Yasser Paragian (12 Desember 2013). www./id.techinasia.com / Mayoritas Masyarakat Indonesia Akses Internet Lewat Perangkat Mobile, diakses 25 Oktober 2014 jam 19.50.WIB.
  8. Helly P.Soetjipto (2005). Pengujian Validitas Konstruk Kriteria Kecanduan Internet. http. jurnal.psikologi.ugm.ac.id, diakses 25 Oktober 2014 jam 16.00 WIB.





16 komentar:

  1. Lengkap banget informasinya, great job ka gems :) see yaa di postingan berikutnya

    BalasHapus
  2. Ada beberapa kesalahan dalam pengetikan namun secara keseluruhan informasinya lengkap dan menarik. Ditunggu postingan selanjutnya :)

    BalasHapus
  3. Lengkap sekali informasinya, bagus ka gemi :)

    BalasHapus
  4. referensinya banyak.. pasti ka gemi suka baca :D :D

    BalasHapus
  5. informasinya lengkap sekali kak, ditunggu postingan selanjutnya ya kak :D

    BalasHapus
  6. ternyata Indonesia jg termasuk negara yg wrga negaranya byk kecanduan internet yaaaah :o sumbernya lengkap pastinya akurat, info nya sangaaat bermanfaat

    BalasHapus
  7. wahhh lengkap banget kak gem artikelnyaa. good job<3

    BalasHapus
  8. informasinya lengkap sekali kak gemiii ;;)

    BalasHapus
  9. Lengkap dan jelas banget. Nice posting kak! :D

    BalasHapus
  10. semakin kesini semakin bayang saja orang yang ketergantungan terhadap internet. dalam tulisan diatas terdapat kalimat "perpindahan yang signifikan dari media tradisional ke dunia maya", sama halnya seperti kecanduan narkotika, kecanduan internet juga bisa berbahaya ketika seseorang sudah tidak bisa lag membedakan antara realita dan imajinasi, antara dunia nyata dengan dunia maya. jadi bijaklah dalam menggunakan internet :)

    BalasHapus
  11. informasi dari kakak gemi lengkap sekali, sehingga memberikan pengetahuan baru tentang dampak penggunaan internet serta cara menanggulangi bagi yang kecanduan internet. ditunggu yaa kak gemi postingan2 selanjutnya ;D

    BalasHapus
  12. Just realize kalau Kecanduan Internet telah menjadi 'penyakit akut' di Indonesia. Kerja bagus dari penulis, saya sebagai pembaca mendapat wawasan baru. Terimakasih.

    BalasHapus
  13. Waw haha . Good Job :D thanks kak . Infony lengkap bner

    BalasHapus
  14. terimakasih kak gemi informasinya menambah wawasan, awesome;)

    BalasHapus
  15. Referensinya banyak :D nice post ka gem.. lengkap sekalii isinyaa, terimakasih sudah berbagi:D

    BalasHapus