Contoh Kasus Psikoanalisa
Kasus I
"Marisa seorang remaja berusia 19 tahun datang kepada seorang psikoterapis dengan keluhan bahwa dia akan merasa cemas dan tidak nyaman bila barang-barang tidak ditempatkan pada tempat yang seharusnya, dia terganggu bila letaknya tidak beraturan. Dia mempunyai kebiasan untuk mengurutkan barang sesuai dengan ukurannya, berdasarkan warna, berdasarkan tema. Posisi harus presisi tidak boleh miring. Apabila semua hal hal itu tidak tercapai maka dia bisa tidak bisa tidur, terus dihantui kecemasan dan keinginan untuk merubah semuanya sesuai dengan keinginannya. Makin lama kebiasaan tersebut makin menggganggu terutama dalam hal waktu dan tak jarang teman-temannya merasa tidak nyaman di sekeliling dia karena kebiasaan tersebut."
Dari kasus diatas setelah ditelusuri ternyata Marisa mengalami gangguan yang berhubungan dengan kontrol terhadap diri sendiri.
Gangguan terhadap kontrol diri sendiri bila dihubungkan dengan teori psikoanalisa, Marisa mengalami gangguan yang berhubungan dengan tahapan psikoseksual di masa anal.
Pada masa Anal ini disekitar umur 1 sampai 3 tahun anak mempunyai tugas utama yaitu latihan toilet untuk belajar mengontrl diri sendiri.
Orang tua Marisa terutama ibunya sangat ketat dalam menerapkan latihan toilet ini, tidak boleh terjadi 'kecelakaan " di kamar mandi, bila Marisa melakukan tidak sesuai dengan tuntutan ibunya, maka ibunya akan marah dan menghukum Marisa. Akhirnya Marisa tumbuh dengan segala tuntutan ibunya dan selalu mengkhawatirkan apapun bila semua yang dia kerjakan tidak sesuai dengan prosedur.
Kasus II
"Dennis wanita berusia 30 tahun, dia mengunjungi seorang terapis dengan keluhan dia tidak pernah bisa membina hubungan yang panjang dengan lawan jenis. Setiap membina hubungan dia selalu merasa tidak percaya diri, tidak merasa berharga untuk menjadi pasangannya, kualitas yang dia miliki seperti selalu dibawah pasangannya, meskipun pasangannya memberi pujian bahwa dia cantik, pintar dan menyenangkan..pujian-pujian tersebut tidak ada yang Dennis yakini.Dalam membina hubungan dia selalu merasa tidak aman dan nyaman, selalu curiga bahwa dia akan ditinggalkan."
Setelah ditelusuri dari pengalaman masa kecil Dennis, ternyata Dennis tumbuh di bawah pengasuhan sang Ayah yang selalu membuat Dennis merasa tidak berharga, entah itu dibentak dihadapan orang banyak karena kesalahan yang sepele, Dennis sering dikatakan bahwa dia adalah gadis yang bodoh dan hanya menjengkelkan orang-orang disekitarnya, wajah Dennis hanya rata-rata tidak secantik kakak atau adiknya. Dennis tumbuh dibawah bayangan prestasi dan kecantikan kakak dan adiknya. Bila Dennis melakukan kesalahan dan tidak sesuai dengan tuntutan ayahnya maka sebagai hukuman Dennis akan ditinggalkan sendiri di rumah sdangkan adik dan kakaknya di bawa untuk jalan-jalan dan bemain ke taman hiburan. Sejak saat itu Dennis selalu melaukan transferensi pada lawan jenis yang dekat dengan dia. Seolah-olah mereka akan berbuat seperti apa yang ayahnya perbuat. Transferensi inilah yang merusak semua hubungan Dennis dengan lawan jenis.
Daftar Pustaka :
Daftar Pustaka :
- Pomerantz,Andrew M.(2013).Clinical psychology.Singapura : SAGE publication.
- I.S,Suprapti Slamet.,Markam,Sumarmo.(2006).Pengantar psikologi klinis.Jakarta: UI-Press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar