Sabtu, 21 Januari 2017

Psi Manajemen / Perubahan Gaya Kepemimpinan



Perubahan  Gaya Kepemimpinan Generasi X menghadapi Karyawan  Generasi Y


Kepemimpinan (leadership) adalah proses memotivasi orang lain agar bekerja mencapai tujuan-tujuan tertentu. Memimpin adalah salah satu aspek kunci pekerjaan manajer dan salah satu komponen penting fungsi pengarahan (Griffin dan Ebert, 2006). Kepemimpinan memiliki arah yang berbeda ketika berhadapan dengan generasi yang berbeda. Menurut Maretha (2014) dalam beberapa tahun terakhir ini terjadinya perbedaaan generasi dari generasi Y ke generasi X  menuntut perubahan pengaplikasian gaya kepemimpinan manajemen. Dimana gaya kepemimpinan tradisional yang berfungsi sebagai pengalokasi sumber daya sudah tidak bisa diaplikasikan. Hal ini senada dengan pendapat Griffin dan Ebert (2006) bahwa  dengan adanya perubahan maka kepemimpinan lebih didasarkan pada keahlian ketimbang posisi organisasi, sehingga pemimpin pada masa yang akan datang memerlukan berbagai maacam keterampilan dan berbagai sudut pandang.
Generasi Y adalah  generasi yang lahir pada tahun 1981-1999. Menurut survei di Indonesia pada tahun 2010 ada 80 juta generasi Y dan akan meningkat menjadi 90 juta pada 2030. Dari data tersebut dapat disimpulkan hamper 1/3 penduduk Indonesia adalah generasi Y, orang-orang yang akan memasuki dunia kerja berdampingan dengan generasi X (lahir tahun 1965-1979) dan generasi Baby Boomers (lahir tahun 1946-1964). Perbedaan generasi akan membentuk perbedaan karakteristik, nilai inti dan etika (Maretha, 2014).
Menurut Ethics Resources Center (2009)  ada perbedaaan karakteristik antara Generasi X dan Generasi Y di Tempat Kerja.
Generasi X
Generasi Y
Karakteristik Positif
·   Wirausahawan
·   Fleksibel dan kreatif
·   Nyaman dengan tewknologi

·   Terbiasa dan menghargai keragaman
·   Multitasker
·   Cerdas teknologi

Karakteristik Negatif
·   Skeptis dan sinis
·   Malas dan suka menghindar
·   Mempertanyakan sosok yang berotoritas

·         Kurang fodasi literasi dasar
·         Memiliki jangka perhatian yang pendek

Perilaku di Tempat Kerja
·   Menginginkan keseimbangan hidup-kerja, menginginkan jam kerja yang fleksibel
·   Menginginkan struktur organisasi yang lebih fleksibel
·   Mengharapkan memiliki jumlah atasan


·   Unggul dalam mengintegrasikan teknologi dalam tempat kerja.
·   Menginginkan feedback dan pengakuan yang cepat.

Lebih lanjut Maretha (2014) mengatakan bahwa  dengan masifnya jumlah  Generasi Y pada  dunia kerja menjadi sebuah kesempatan bagi perusahaan untuk semakin progresif dan inovatif. Generasi Y ini membutuhkan sosok pemimpin yang dapat menjadi mentor bagi kemampuan dan karirnya. Maka bagi Generasi X yang berperan sebagai pemimpin harus mempu berperan sebagai motivator, problem solver, inspirator, pengarah untuk aktivitas Generasi Y, fleksibel untuk  berperan sebagai teman diskusi dan menciptakan sistem kerja yang mendukung terhadap fleksibelitas, memiliki sistem employee recognition, dan terbuka untuk akses tantangan dan pengalaman baru bagi Generasi Y.


DAFTAR PUSTAKA
Griffin , R.W, & Ebert, R,J.(2006). Bisnis edisi kedelapan. Jakarta: Erlangga
Marietha, I. (2014). Mampukah gen-X memimpin  karyawan gen-Y. www.markplusinstitute.com diakses 29 November 2016  jam 21.00 WIB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar