Perubahan Gaya Kepemimpinan Generasi X menghadapi Karyawan Generasi Y
Kepemimpinan (leadership) adalah proses memotivasi
orang lain agar bekerja mencapai tujuan-tujuan tertentu. Memimpin adalah salah
satu aspek kunci pekerjaan manajer dan salah satu komponen penting fungsi
pengarahan (Griffin dan Ebert, 2006). Kepemimpinan memiliki arah yang berbeda
ketika berhadapan dengan generasi yang berbeda. Menurut Maretha (2014) dalam
beberapa tahun terakhir ini terjadinya perbedaaan generasi dari generasi Y ke
generasi X menuntut perubahan
pengaplikasian gaya kepemimpinan manajemen. Dimana gaya kepemimpinan
tradisional yang berfungsi sebagai pengalokasi sumber daya sudah tidak bisa
diaplikasikan. Hal ini senada dengan pendapat Griffin dan Ebert (2006) bahwa dengan adanya perubahan maka kepemimpinan
lebih didasarkan pada keahlian ketimbang posisi organisasi, sehingga pemimpin
pada masa yang akan datang memerlukan berbagai maacam keterampilan dan berbagai
sudut pandang.
Generasi Y adalah generasi yang lahir pada tahun 1981-1999.
Menurut survei di Indonesia pada tahun 2010 ada 80 juta generasi Y dan akan
meningkat menjadi 90 juta pada 2030. Dari data tersebut dapat disimpulkan hamper
1/3 penduduk Indonesia adalah generasi Y, orang-orang yang akan memasuki dunia
kerja berdampingan dengan generasi X (lahir tahun 1965-1979) dan generasi Baby Boomers (lahir tahun 1946-1964). Perbedaan generasi akan membentuk
perbedaan karakteristik, nilai inti dan etika (Maretha, 2014).
Menurut Ethics
Resources Center (2009) ada perbedaaan
karakteristik antara Generasi X dan Generasi Y di Tempat Kerja.
Generasi
X
|
Generasi
Y
|
|
Karakteristik
Positif
|
· Wirausahawan
· Fleksibel dan
kreatif
· Nyaman dengan
tewknologi
|
· Terbiasa dan
menghargai keragaman
· Multitasker
· Cerdas
teknologi
|
Karakteristik
Negatif
|
· Skeptis dan
sinis
· Malas dan suka
menghindar
· Mempertanyakan
sosok yang berotoritas
|
·
Kurang fodasi literasi dasar
·
Memiliki jangka perhatian yang pendek
|
Perilaku
di Tempat Kerja
|
· Menginginkan
keseimbangan hidup-kerja, menginginkan jam kerja yang fleksibel
· Menginginkan
struktur organisasi yang lebih fleksibel
· Mengharapkan
memiliki jumlah atasan
|
· Unggul dalam
mengintegrasikan teknologi dalam tempat kerja.
· Menginginkan feedback dan pengakuan yang cepat.
|
Lebih
lanjut Maretha (2014) mengatakan bahwa dengan masifnya jumlah Generasi Y pada dunia kerja menjadi sebuah kesempatan bagi
perusahaan untuk semakin progresif dan inovatif. Generasi Y ini membutuhkan
sosok pemimpin yang dapat menjadi mentor bagi kemampuan dan karirnya. Maka bagi
Generasi X yang berperan sebagai pemimpin harus mempu berperan sebagai
motivator, problem solver, inspirator,
pengarah untuk aktivitas Generasi Y, fleksibel untuk berperan sebagai teman diskusi dan menciptakan
sistem kerja yang mendukung terhadap fleksibelitas, memiliki sistem employee recognition, dan terbuka untuk
akses tantangan dan pengalaman baru bagi Generasi Y.
DAFTAR PUSTAKA
Griffin , R.W, &
Ebert, R,J.(2006). Bisnis edisi kedelapan. Jakarta: Erlangga
Marietha, I. (2014).
Mampukah gen-X memimpin karyawan gen-Y. www.markplusinstitute.com diakses 29 November 2016 jam 21.00 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar