Senin, 17 Oktober 2016

Psikologi Managemen/ Tulisan/Gaya Kepemimpinan

KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DIRUT BANK MANDIRI

 

Dalam hubungan pemimpin dan bawahan terjadi proses saling mempengaruhi dimana pemimpin akan berupaya mempengaruhi bawahannya agar sesuai dengan harapannya. Corak interaksi yang terjadi akan menentukan keberhasilan seorang pemimpin dalam kepemimpinannya. Untuk mencapai harapan tersebut seorang pemimpin dituntut untuk memiliki gaya kepemimpinan yang disesuaikan dengan kondisi bawahannya. Pemimpin mendiagnosa dahulu keadaan bawahannya dan berdasarkan kesimpulannya ia menggunakan gaya kepemimpinan yang dianggap sesuai dengan kondisi bawahannya (Munandar, 2014)..
Teori tersebut dipraktekkan oleh Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (Persero) Kartika Wirjoatmojo yang memiliki cara dan gaya kepemimpinan yang disesuaikan untuk menghadapi generasi muda yang bekerja di lingkungan perusahaannya. Generasi muda yang  bekerja di lingkungan perusahannya adalah generasi yang berbeda dibandingkan dirinya. Generasi muda yang bekerja di lingkungan pekerjaannya mayoritas adalah Generasi Y dan Generasi Z.  Generasi ini dikenal dengan generasi millennium Mereka adalah generasi yang lahir awal 1980 hingga awal 2000, yang lahir ditengah perkembangan teknologi yang pesat. Perkembangan teknologi yang pesat mempengaruhi sensitivitas generasi Y terhadap perubahan. Mereka tidak takut perubahan, generasi yang sangat dekat dengan media sosial, bekerja dengan menerapkan kreativitasnya serta mencari lingkungan kerja yang santai dan tidak kaku.
  Melihat perubahan yang terjadi  Kartika harus menentukan langkah-langkah yang sesuai agar corak interaksi yang terjadi antara dia dengan bawahannya selaras. Langkah yang ditempuh oleh Kartika salah satunya adalah mengubah budaya organisasi di lingkungan kerjanya dan berusaha menbuat pegawai bahagia dengan bawahannya. Salah satu hal yang direncanakannya adalah dia akan membebaskan para pegawai Bank Mandiri untuk mengenakan pakaian santai jeans  ke kantor setiap Jum’at, diharapkan dengan menerapkan hal tersebut para pegawai yang mayoritas generasi Y itu dapat Show up yourself, up to you, ujar Kartika. Lebih Kartika mengatakan generasi muda saat ini harus dibiasakan dengan diskusi terbuka dengan mengungkapkan pikirannya di lingkungan kerja .
Corak interaksi yang terjadi antara Kartika Wirjoatmojo dengan pegawainya di Bank Mandiri sesuai dengan corak dan proses interaksi yang di kemukakan oleh Bass dan Avolio pada tahun 1994 tentang kepemimpinan transformasional.
 Munandar (2014) menjelaskan proses interaksi yang terjadi antara pimpinan dan bawahannya pada kepemimpinan transformasional ditandai  oleh pengaruh pemimpin untuk mengubah bawahannya menjadi seseorang yang merasa mampu dan bermotivasi tinggi dan berupaya mencari pprestasi kerja yang tinggi dan bermutu. Pemimpin mengubah bawahannya sehingga tujuan kelompok dapat dicapai bersama. Munandar (2014) menyebutkan lima aspek kepemimpinan transformasional ialah:
1.      Attributed Charisma, dimana pemimpin mendahulukan kepentingan perusahaan dan orang lain dibandingkan kepentingan dirinya, bawahan merasa tenang dan memiliki rasa bangga berada dekat dengan pemimpinnya. Pemimpin dapat tenang menghahapi situasi yang kritikal dan yakin dapat mengatasinya.
2.  Inspirational Leadership / Motivation, pemimpin mampu menenimbulkan aspirasi pada bawahannya dengan menentukan standar-standar tinggi dan keyakinanbahwa tujuan dapat dicapai. Sehingga bawahan mampu melakukan tugas pekerjaannya, mampu memberikan berbagai macam gagasan. Mereka merasa diberi inspirasi oleh pimpinannya.
3.      Intelectual Stimulation, bawahan merasa pimpinan mendorong mereka memikirkan kembali cara mereka, untuk mencari cara-cara baru dlaam melaksanakan tugas dan merasa mendapatkan cara baru dalam mempersepsi tugas mereka.
4.    Individual Consideration, bawahan merasa diperhatikan dan diperlakukan secara khusus oleh pimpinannya. Pemimpin memperlakukan setiap bawahannya sebagai seorang pribadi dengan kecakapan, kebutuhan, keinginan masing-masing. Ia memberikan nasehat yang bermakna, member pelatihanyang diperlukan dan bersedia mendengarkan pandanga dan keluhan mereka. Pemimpin menimbulkan rasa mampu pada bawahannyabahwa mereka mampu melakukan pekerjaannya, dapat memberikan sumbangan yang berarti untuk mencapai tujuannya.
5.      Idealized Influence, pemimpin berusaha melalui pembicaraannya, mempengaruhi bawahannya dengan menekankan pentingnya nilai-nilai dan keyakinan, pentingnya keikatan pada keyakinan, perlu dimilikinya tekad mencapai tujuan, perlu diperhatikan akibat- akibat moral dan etik dari keputusan yang diambil.
Langkah yang ditempuh oleh Kartika Wirjoatmojo sesuai dengan hasil penelitian tentang kepemimpinan transaksional dan transformasional, antara lain keterkaitannya dengan aspek kewirausahaan  yang dilakukan oleh Rufus Wutan pada tahun 1996 dan Ruffus Wattan dan Munandar pada tahun 1997 yang menemukan dalam penelitian mereka bahwa para karyawan dari bank-bank dengan peringkat tinggi mempersepsikan pimpinan mereka memiliki ciri-ciri pemimpin transformasional yang lebih jelas dan kuat ( Munandar, 2014).

 

DAFTAR PUSTAKA
Munandar, Ashar Sunyoto. (2014). Psikologi industry dan organisasi. Jakarta: UI-Press
Rahmah, Ghoida (2016). Begini gaya memimpin generasi Ydan Z ala bos Bank Mandiri. www.m.tempo.co.id. Diakses 12 Oktober 2016 pukul 20.00 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar