Gemi Arthati 13513674 (4PA12)
Tugas unt Psi Manajemen Semester 7 di kelas 3PA19
Dipostkan 2 Oktober 2016
Psikologi Manajemen
ARAH KOMUNIKASI DAN PERAN KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN ORGANISASI
A. KOMUNIKASI
SATU ARAH DAN KOMUNIKASI DUA ARAH.
Istilah komunikasi berasal dari kata Latin
Communicare atau Communis yang berarti sama
atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang
lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain
tersebut menjadi miliknya ( Stuart dalam Sutrisna, 2007).
Komunikasi
merupakan keterampilan yang sangat
penting dalam kehidupan manusia, dimana dapat kita lihat komunikasi dapat
terjadi pada setiap gerak langkah manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang
tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain
dilingkungannya. Satu-satunya alat untuk dapat berhubungan dengan orang lain dilingkungannya adalah komunikasi
baik secara verbal maupun non verbal
(Sea, 2003)
1.
Definisi
Komunikasi
Triyanto ( )mendefinisikan
komunikasi secara umum dan secara sempit. Komunikasi secara umum diartikan
setiap bentuk tingkah laku seorang baik verbal maupun non verbal yang
ditanggapi oleh orang lain. Komunikasi secara sempit adalah pesan yang
dikirimkan seseorang kepada satu atau lebih penerima dengan maksud sadar untuk
mempengaruhi tingkah laku penerima.
Roger dan Kincaid
(dalam Surtrisna, 2007) menyebutkan komunikasi adalah suatu proses dimana dua
orang atau lebih membentuk dan melakukan pertukaran informasi terhadap satu
sama lain yang pada gilirannya akan tiba saling pengertian.
Psikologi menyebut
komunikasi pada penyampain energi dari alat-alat indera ke otak, pada peristiwa
penerimaan dan pengolahan informasi, pada proses saling pengaruh diantara
berbagai sistem dalam organisme dan diantara organisme ( Rakhmat, 1999).
Dari uraian diatas
dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah suatu proses penerimaan, pertukaran dan pengolahan informasi antara dua orang atau lebih dengan
maksud untuk saling mempengaruhi berbagai sistem dalam organisme dan diantara
organisme.
2.
Proses
Komunikasi
Bovee
dan Thill dalam bukunya Business
Communication Today (dalam Sutrisna 2007) menggambarkan proses komunikasi
sebagai berikut:
Proses Komunikasi terdiri dari lima tahapan kegiatan,
yaitu;
a. Pengirim
memiliki ide/ gagasan, komunikasi diawali dengan adanya ide/ gagasan dalam
pikiran pengirim dan ingin menyampaikannya pada penerima
b. Ide
diubah memjadi pesan, agar ide/ gagasan dimengerti maka perlu diubah menjadi
pesan. Perubahan ide menjadi pesan disebut dengan encoding.
c. Pemindahan
pesan, tahap selanjutnya dari proses komunikasi agar pesan sampai pada
penerima. Pemindahan pesan melalui berbagai bentuk komunikasi dan media
komunikasi
d. Penerima
menerima pesan, mengartikan dan menginterpretasikan pesan yang diterima
e. Penerima
pesan bereaksi dan mengirimkan umpan balik, sebagai tanggapan atas pesan yang
diterima. Umpan balik adalah tanggapan dari penerima pesan dan merupakan elemen
kunci dalam rantai komunikasi.
3.
Bentuk
Komunikasi Berdasarkan Arah Pesan.
Triyanto () menyebutkan
bentuk komunikasi adalah komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah:
a. Komuniksai
satu arah adalah situasi komunikasi dimana pengirim tidak memiliki kesempatan
untuk mengetahui bagaimana penerima telah mendekodifikasikan pesannya.
b. Komunikasi
dua arah, pengirim cukup leluasa untuk mendapatkan umpan balik tentang cara
penerima menangkap pesan yang telah dikirimkannya (saling memahami,
mengambangkan relasi, memuaskan dan efektif).
Sea (2003) komunikasi sebagai proses memiliki bentuk komunikasi. Bentuk komunikasi sebagai arah
pesan ada dua yaitu komunikasi satu arah dan komunikasi timbal balik.
a. Komunikasi satu arah
Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasaran tidak dapat atau tidak mempunyai kesempatan untuk
memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.
b.
Komunikasi timbal balik.
Pesan disampaikan
kepada sasaran dan sasaran memberikan
umpan balik. Biasanya komunikasi
kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ada dua bemtuk
komuniksasi sebagai arah pesan yaitu komunikasi satu arah dan komunikasi dua
arah.
4.
Perbedaan
Komunikasi Satu Arah dan Komuniksasi Dua Arah beserta Contohnya
Perbedaan yang paling
mendasar antara komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah adalah kesempatan
dan besarnya feedback atau umpan
balik dari penerima pesan terhadap pesan yang dikirim oleh sumber ( pengirim
pesan).
Pada komunikasi satu
arah sumber tidak dapat mengetahui apakah penerima pesan memgerti atau memahami
pesan yang disampaikan. Kesalahan memahami dan mengerti arti dari pesan dapat
terjadi karena sipenerima pesan tidak mempunyai kesempatan secara langsung
untuk bertanya, menyanggah atau memberikan pendapat. Reaksi dan tanggapan serta
umpan balik sebagai elemen penting dari
komunikasi bisa saja tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pengirim
pesan. Maksud dari konunikasi untuk saling mempengaruhi peluangnya lebih kecil
dari komunikasi dua arah. Contoh dari komunikasi satu arah adalah: Informasi di
media cetak dan on-line (koran, berita on-line di internet), pidato dari
seorang pimpinan kepada bawahan pada acara resmi, siaran radio dan televisi yang
non interaktif, petunjuk pemakain cara menggunakan barang elektronik dari
produsen ke konsumen, pengisian angket dan kuisioner secara tertulis.
Pada komunikasi dua arah
pengirim pesan (sumber) bisa mengetahui apakah pesan yang dia sampaikan dapat
dimengerti dan dipahami oleh penerima pesan. Hai ini terjadi karena adanya kesempatan dari penerima pesan untuk bertanya, menanggapi, menyanggah atas
pesan yang dikirimkan. Reaksi yang
diperlihatkan oleh penerima pesan dan umpan balik dari pesan yang dikirimkan
dapat dengan cepat diketahiu oleh pengirim pesan. Proses interaktif yang
terjadi antara pengirim dan penerima pesan memungkinkan tujuan komunikasi untuk
saling mempengaruhi dapat dicapai dengan mudah. Contoh dari komunikasi dua
arah: proses belajar yang aktif di kelas antara dosen dan mahasiswa, kelompok
diskusi langsung yang dilakukan mahasiswa ketika mengerjakan tugas, sales yang
menawarkan produknya secara langsung pada konsumen, wawancara kerja, sensus
penduduk yang dilakukan secara langsung.
B. PERAN KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN ORGANISASI
Pada
umumnya, manusia akan mengikuti atau masuk sebagai suatu anggota organisasi
tertentu (Sutrisna, 2007). Organisasi
terdiri dari kelompok orang-orang atau dapat dikatakan juga terdiri dari
kelompok-kelompok tenaga kerja yang bekerja untuk mencapai tujuannya (Munandar,
2014). Sedangkan menurut Haryani (dalam Sutrisna 2007) organisasi adalah suatu
unit sosial yang dikoordinasikan secara sengaja yang terdiri dari dua orang
atau lebih, yang didirikan dalam jangka waktu lama.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah
sekelompok orang sebagai unit sosial yang dikoordinasikan secara sengaja dan
bekerja untuk mencapai tujuan dan didirikan dalam jangka waktu yang lama.
Apapun bentuk organisasinya, orang-orang akan saling melakukan
komunikasi. Masing-masing organisasi akan memilih caranya sendiri untuk
menyampaikan informasi. Pemilihan cara berkomunikasi akan berpengaruh terhadap
efektivitas komunikasi (Sutrisna, 2007).
1.
Peran
(fungsi) Komunikasi dalam Organisasi
Fungsi Komunikasi dalam organisasi adalah sebagai berikut
(Sutrisna, 2007):
a. Informatif, pemimpin dan anggota
organisasi membutuhkan banyak sekali informasi untuk meyelesaikan tugas-tugas
mereka. Informasi tersebut berkaitan dengan upaya organisasi untuk mencapai
tujuannya.
b. Pengendalian (Regulatory), komunikasi berfungsi sebagai pengatur dan pengendali
organisasi. Komunikasi dalam hal ini berupa peraturan, prosedur, perintah dan
laporan.
c. Persuasif, komunikasi berfungsi mengajak
orang lain mengikuti atau menjalankan ide/ gagasan atau tugas.
d. Integratif, dengan adanya komunikasi,
organisasi yang terbagi menjadi beberapa bagian atau departeman akan tetap
merupakan satu kesatuan yang utuh dan terpadu.
2.
Contoh
Peran(Fungsi) Komunikasi dalam Organisasi
a. Peran Informatif
Pemimpin
dan anggota organisassi membutuhkan informasi untuk membuat kebijakan dan
bagaimana caranya agar tujuan dari organisasi itu dapat tercapai. Informasi itu
bisa digunakan untuk membuat berupa AD/
ART organisasi, peraturan organisasi, kebijakan organisas. Dalam perusahaan
tataran pemimpin dan manajer membutuhkan informasi tersebut untuk membuat
wewenang, pengambilan keputusan, penanganan konflik. Untuk karyawan bisa berupa
informasi mengenai job desk dan job
spesifikasi mengenai pekerjaannya, informasi mengenai gaji, insentif, jaminan
kesehatan dan keamanan.
b. Peran Pengendali
Perintah
atau instruksi yang diberikan oleh pemimpin ataupun manajer dalam suau
perusahaan yang harus diiukuti dan dipatuhi oleh anggota organisasi atau
karyawan. Prosedur suatu pekerjaan yang harus dikuti untuk meyelesaikan tugas,
laporan dibuat untuk melaporkan hasil dan proses pekerjaan yang telah dilakukan
c. Peran Persuasif.
Dalam
mengatur atau menjalankan suatu organisasi atau perusahaan kekuasaan dan
wewenang tidak selalu mendapatkan hasil yang didinginkan. Para pemimpin harus
bisa mempengaruhi karyawan atau anggotanya agar mereka bisa bekerja dengan
sukarela untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan tujuan yang ingin dicapai.
d. Peran Integratif.
Peran
integratif dapat dicapai bila suatu organisasi menyediakan saluran komunikasi
yang baik antara pemimpin dan anggotanya. Saluran komunikasi itu bisa berupa
formal dan non formal. Saluran formal bisa berupa news atau surat, laporan
kemajuan organisasi atau perusahaan. Saluran non formal perbincangan antar
anggota, pemimpin dan anggota dalam suasana santai, kegiatan outdoor perusahaan,
kegiatan travelling bersama diperusahaan, kegiatan makan siang bersama di
kantin, majlis taklim.
Aisyah,
S. (2012). Peran dan proses komunikasi organisasi.www.ilmu psikologi.com.Diunduh 30 September 2016 pukul 09.00WIB
Jalaluddin,
Rakhmat.(1999) Psikologi Komunikasi. Bandung: Rosda Karya
Munandar,
Ashar Sunyoto.(2014). Psikologi industri dan organisasi. Jakarta: Universitas
Indonesia
Sutrisna,
Dewi.(2007). Komunikasi Bisnis.Yogyakarta: Andi Offset
Sea
(2003). Pelatihan keterampilan manajerial SPMK. www. kmpk.ugm.ac.id. Diunduh 30 September 2016 pukul 09.10 WIB
Triyono,
Agus. Berkomunikasi secara verbal. www://staff.uny.ac.id.
Diunduh 30 September 2016 pukul 09.20 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar