Sabtu, 01 Oktober 2016

Tugas Minggu 2, Psi Manajemen: Arah Komunikasi dan Peran Komunikasi dalam Manajemen Organisasi

Gemi Arthati 13513674 (4PA12)
Tugas unt Psi Manajemen Semester 7 di kelas 3PA19
Dipostkan 2 Oktober 2016 

Psikologi Manajemen 

ARAH KOMUNIKASI DAN PERAN KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN ORGANISASI






A.    KOMUNIKASI SATU ARAH DAN KOMUNIKASI DUA ARAH.
Istilah komunikasi berasal dari kata Latin  Communicare atau Communis yang berarti  sama  atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti  kita berusaha agar  apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya ( Stuart dalam Sutrisna, 2007). Komunikasi merupakan  keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana dapat kita lihat komunikasi dapat terjadi pada setiap gerak langkah manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain dilingkungannya. Satu-satunya alat untuk dapat berhubungan dengan  orang lain dilingkungannya adalah komunikasi baik secara verbal maupun  non verbal (Sea, 2003)

1.      Definisi Komunikasi
Triyanto ( )mendefinisikan komunikasi secara umum dan secara sempit. Komunikasi secara umum diartikan setiap bentuk tingkah laku seorang baik verbal maupun non verbal yang ditanggapi oleh orang lain. Komunikasi secara sempit adalah pesan yang dikirimkan seseorang kepada satu atau lebih penerima dengan maksud sadar untuk mempengaruhi tingkah laku penerima.
Roger dan Kincaid (dalam Surtrisna, 2007) menyebutkan komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk dan melakukan pertukaran informasi terhadap satu sama lain yang pada gilirannya akan tiba saling pengertian.
Psikologi menyebut komunikasi pada penyampain energi dari alat-alat indera ke otak, pada peristiwa penerimaan dan pengolahan informasi, pada proses saling pengaruh diantara berbagai sistem dalam organisme dan diantara organisme ( Rakhmat, 1999).
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah suatu proses  penerimaan, pertukaran dan pengolahan  informasi antara dua orang atau lebih dengan maksud untuk saling mempengaruhi berbagai sistem dalam organisme dan diantara organisme.

2.      Proses Komunikasi
Bovee dan Thill dalam bukunya Business Communication Today (dalam Sutrisna 2007) menggambarkan proses komunikasi sebagai berikut:

 

Proses Komunikasi terdiri dari lima tahapan kegiatan, yaitu;
 a.      Pengirim memiliki ide/ gagasan, komunikasi diawali dengan adanya ide/ gagasan dalam pikiran pengirim dan ingin menyampaikannya pada penerima
b.      Ide diubah memjadi pesan, agar ide/ gagasan dimengerti maka perlu diubah menjadi pesan. Perubahan ide menjadi pesan disebut dengan encoding.
 c.      Pemindahan pesan, tahap selanjutnya dari proses komunikasi agar pesan sampai pada penerima. Pemindahan pesan melalui berbagai bentuk komunikasi dan media komunikasi
d.      Penerima menerima pesan, mengartikan dan menginterpretasikan pesan yang diterima
 e.      Penerima pesan bereaksi dan mengirimkan umpan balik, sebagai tanggapan atas pesan yang diterima. Umpan balik adalah tanggapan dari penerima pesan dan merupakan elemen kunci dalam rantai komunikasi.

3.      Bentuk Komunikasi Berdasarkan Arah Pesan.
Triyanto () menyebutkan bentuk komunikasi adalah komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah:
 a.  Komuniksai satu arah adalah situasi komunikasi dimana pengirim tidak memiliki kesempatan untuk mengetahui bagaimana penerima telah mendekodifikasikan pesannya.
b.   Komunikasi dua arah, pengirim cukup leluasa untuk mendapatkan umpan balik tentang cara penerima menangkap pesan yang telah dikirimkannya (saling memahami, mengambangkan relasi, memuaskan dan efektif).
      Sea (2003) komunikasi  sebagai proses memiliki bentuk  komunikasi. Bentuk komunikasi sebagai arah pesan ada dua yaitu komunikasi satu arah dan komunikasi timbal balik.
a.     Komunikasi satu arah
Pesan  disampaikan oleh sumber kepada sasaran  dan sasaran tidak dapat  atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.
b.    Komunikasi timbal balik.
Pesan disampaikan kepada sasaran  dan sasaran memberikan umpan balik. Biasanya  komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik.
      Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ada dua bemtuk komuniksasi sebagai arah pesan yaitu komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah.

4.      Perbedaan Komunikasi Satu Arah dan Komuniksasi Dua Arah beserta Contohnya
Perbedaan yang paling mendasar antara komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah adalah kesempatan dan besarnya feedback atau umpan balik dari penerima pesan terhadap pesan yang dikirim oleh sumber ( pengirim pesan).
Pada komunikasi satu arah sumber tidak dapat mengetahui  apakah penerima pesan memgerti atau memahami pesan yang disampaikan. Kesalahan memahami dan mengerti arti dari pesan dapat terjadi karena sipenerima pesan tidak mempunyai kesempatan secara langsung untuk bertanya, menyanggah atau memberikan pendapat. Reaksi dan tanggapan serta umpan balik  sebagai elemen penting dari komunikasi bisa saja tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pengirim pesan. Maksud dari konunikasi untuk saling mempengaruhi peluangnya lebih kecil dari komunikasi dua arah. Contoh dari komunikasi satu arah adalah: Informasi di media cetak dan on-line (koran, berita on-line di internet), pidato dari seorang pimpinan kepada bawahan pada acara resmi, siaran radio dan televisi yang non interaktif, petunjuk pemakain cara menggunakan barang elektronik dari produsen ke konsumen, pengisian angket dan kuisioner secara tertulis.
Pada komunikasi dua arah pengirim pesan (sumber) bisa mengetahui apakah pesan yang dia sampaikan dapat dimengerti dan dipahami oleh penerima pesan. Hai ini terjadi karena  adanya kesempatan dari penerima pesan  untuk bertanya, menanggapi, menyanggah atas pesan yang dikirimkan. Reaksi  yang diperlihatkan oleh penerima pesan dan umpan balik dari pesan yang dikirimkan dapat dengan cepat diketahiu oleh pengirim pesan. Proses interaktif yang terjadi antara pengirim dan penerima pesan memungkinkan tujuan komunikasi untuk saling mempengaruhi dapat dicapai dengan mudah. Contoh dari komunikasi dua arah: proses belajar yang aktif di kelas antara dosen dan mahasiswa, kelompok diskusi langsung yang dilakukan mahasiswa ketika mengerjakan tugas, sales yang menawarkan produknya secara langsung pada konsumen, wawancara kerja, sensus penduduk yang dilakukan secara langsung.






B. PERAN KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN ORGANISASI
       Pada umumnya, manusia akan mengikuti atau masuk sebagai suatu anggota organisasi tertentu (Sutrisna, 2007).  Organisasi terdiri dari kelompok orang-orang atau dapat dikatakan juga terdiri dari kelompok-kelompok tenaga kerja yang bekerja untuk mencapai tujuannya (Munandar, 2014). Sedangkan menurut Haryani (dalam Sutrisna 2007) organisasi adalah suatu unit sosial yang dikoordinasikan secara sengaja yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang didirikan dalam jangka waktu lama.
      Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah sekelompok orang sebagai unit sosial yang dikoordinasikan secara sengaja dan bekerja untuk mencapai tujuan dan didirikan dalam jangka waktu yang lama.
      Apapun bentuk organisasinya, orang-orang akan saling melakukan komunikasi. Masing-masing organisasi akan memilih caranya sendiri untuk menyampaikan informasi. Pemilihan cara berkomunikasi akan berpengaruh terhadap efektivitas komunikasi (Sutrisna, 2007).

1.      Peran (fungsi) Komunikasi dalam Organisasi
            Fungsi Komunikasi dalam organisasi adalah sebagai berikut (Sutrisna, 2007):
 a.    Informatif, pemimpin dan anggota organisasi membutuhkan banyak sekali informasi untuk meyelesaikan tugas-tugas mereka. Informasi tersebut berkaitan dengan upaya organisasi untuk mencapai tujuannya.
b.   Pengendalian (Regulatory), komunikasi berfungsi sebagai pengatur dan pengendali organisasi. Komunikasi dalam hal ini berupa peraturan, prosedur, perintah dan laporan.
 c.    Persuasif, komunikasi berfungsi mengajak orang lain mengikuti atau menjalankan ide/ gagasan atau tugas.
d.    Integratif, dengan adanya komunikasi, organisasi yang terbagi menjadi beberapa bagian atau departeman akan tetap merupakan satu kesatuan yang utuh dan terpadu.

2.      Contoh Peran(Fungsi) Komunikasi dalam Organisasi
             a.      Peran Informatif
Pemimpin dan anggota organisassi membutuhkan informasi untuk membuat kebijakan dan bagaimana caranya agar tujuan dari organisasi itu dapat tercapai. Informasi itu bisa digunakan untuk membuat  berupa AD/ ART organisasi, peraturan organisasi, kebijakan organisas. Dalam perusahaan tataran pemimpin dan manajer membutuhkan informasi tersebut untuk membuat wewenang, pengambilan keputusan, penanganan konflik. Untuk karyawan bisa berupa informasi mengenai  job desk dan job spesifikasi mengenai pekerjaannya, informasi mengenai gaji, insentif, jaminan kesehatan dan keamanan.
            b.      Peran Pengendali
Perintah atau instruksi yang diberikan oleh pemimpin ataupun manajer dalam suau perusahaan yang harus diiukuti dan dipatuhi oleh anggota organisasi atau karyawan. Prosedur suatu pekerjaan yang harus dikuti untuk meyelesaikan tugas, laporan dibuat untuk melaporkan hasil dan proses  pekerjaan yang telah dilakukan
             c.      Peran Persuasif.
Dalam mengatur atau menjalankan suatu organisasi atau perusahaan kekuasaan dan wewenang tidak selalu mendapatkan hasil yang didinginkan. Para pemimpin harus bisa mempengaruhi karyawan atau anggotanya agar mereka bisa bekerja dengan sukarela untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan tujuan yang ingin dicapai.
            d.      Peran Integratif.
Peran integratif dapat dicapai bila suatu organisasi menyediakan saluran komunikasi yang baik antara pemimpin dan anggotanya. Saluran komunikasi itu bisa berupa formal dan non formal. Saluran formal bisa berupa news atau surat, laporan kemajuan organisasi atau perusahaan. Saluran non formal perbincangan antar anggota, pemimpin dan anggota dalam suasana santai, kegiatan outdoor perusahaan, kegiatan travelling bersama diperusahaan, kegiatan makan siang bersama di kantin, majlis taklim.




DAFTAR PUSTAKA
Aisyah, S. (2012). Peran dan proses komunikasi organisasi.www.ilmu psikologi.com.Diunduh 30 September 2016 pukul 09.00WIB
Jalaluddin, Rakhmat.(1999) Psikologi Komunikasi. Bandung: Rosda Karya
Munandar, Ashar Sunyoto.(2014). Psikologi industri dan organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia
Sutrisna, Dewi.(2007). Komunikasi Bisnis.Yogyakarta: Andi Offset
Sea (2003). Pelatihan keterampilan manajerial SPMK. www. kmpk.ugm.ac.id. Diunduh 30 September 2016 pukul 09.10 WIB
Triyono, Agus. Berkomunikasi secara verbal. www://staff.uny.ac.id. Diunduh 30 September 2016 pukul 09.20 WIB.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar